Dua Pemain Timnas Raih Gelar Sarjana di IKIP Budi Utomo Malang

12 February 2019 - 22:09 WIB
Rektor IKIP Budi Utomo Malang Dr Nurcholis Sunuyeko MSi diapit Ahmad Bustomi (kiri) dan Arif Suyono (kanan) usai menerima ijazah di kampus IBU Malang.
Rektor IKIP Budi Utomo Malang Dr Nurcholis Sunuyeko MSi diapit Ahmad Bustomi (kiri) dan Arif Suyono (kanan) usai menerima ijazah di kampus IBU Malang.

MALANG  (SurabayaPost.id) –  Dua pemain Timnas sepakbola Indonesia meraih gelar sarjana di IKIP Budi Utomo  (IBU) Malang. Mereka adalah Ahmad Bustomi dan Arif Suyono.

Dua pesepak bola asli arek Ngalam yang pernah memperkuat Timnas Indonesia tahun 2010  itu menerima ijazahnya secara resmi, Selasa (12/2/2019). Yang istimewa, ijazah mereka diserahkan langsung Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko MSi.  

Gelar sarjana itu diraih mereka setelah dinyatakan lulus di program studi (S1) Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Ilmu Eksakta dan Keolahragaan. Mereka menyusul beberapa pemain ternama yang sebelumnya juga lulus dari kampus Biru ini.

Di antara mereka Kuncoro, Siswantoro eks Arema dan Persik Kediri, Jaya Teguh Angga (eks Persema Malang dan timnas Indonesia). Selain itu  Sunarto (Arema FC), Rexza Mustioga Ardiansya (eks Persema Malang dan Semeru FC Lumajang), Beny Wahyudi dan Juan Revi Auriqto (eks Arema).

Pesepak bola lainnya yang bakal segera mengikuti jejak Arif dan Bustomi juga masih banyak. Misalnya, Aji Saka dan Sadil Ramdani yang kini memperkuat Pahang FA, Malaysia.  

Makanya, Bustomi dan Arif Suyono merasa lega dan bangga  bisa meraih gelar sarjana di IKIP Budi Utomo Malang. “Alhamdulillah, hari ini saya dan Arif Suyono menerima ijazah dan dapat gelar sarjana di IKIP Budi Utomo Malang,”  kata Bustomi.

Bustomi mengaku masuk IKIP Budi Utomo 2008 sama dengan Arif. Hanya saja, Bustomi  lulus 2014 dan Arif 2012.

Rektor Nurcholis Sunuyeko menyerahkan ijazah pada Ahmad Bustomi.
Rektor Nurcholis Sunuyeko menyerahkan ijazah pada Ahmad Bustomi.

Meski begitu, mereka mengaku baru  sempat mengambil ijazahnya. “Ya, kami baru hari ini ada waktu menerima ijazah,” kata Bustomi.

Bagi Bustomi maupun Arif Suyono, profesi sebagai pemain sepak bola memang penting. Namun pendidikan formal tetap tidak bisa ditinggalkan.

Itu pun tegas dia, tidak saja bagi atlet sepak bola. Semua atlet cabang olahraga lainnya, kata dia,  juga membutuhkannya.

“Itu karena semua atlet tersebut  waktunya terbatas. Tak mungkin selamanya menjadi atlet. Untuk itu,  solusi terbaik bisa menyelesaikan pendidikan tinggi sudah luar biasa. Alhamdulillah kami bisa. Ini bisa jadi bekal untuk karier selanjutnya, “  papar dia.

Sementara itu, Rektor IKIP Budi Utomo Malang Dr Nurcholis Sunuyeko mengatakan, bila kampus IBU selalu mendorong para atlet untuk tidak mengabaikan masalah pendidikannya.  “IKIP Budi Utomo selalu membuka peluang bagi para atlet. Baik itu atlet regional, nasional maupun internasional untuk kuliah di IKIP Budi Utomo Malang ini,” kata dia.

Rektor Nurcholis Sunuyeko menyerahkan ijazah pada Arif Suyono.
Rektor Nurcholis Sunuyeko menyerahkan ijazah pada Arif Suyono.

Dijelaskan Rektor Nurcholis Sunuyeko yang akrab disapa Yai ini bila Ahmad Bustomi dan Arif Suyono merupakan angkatan 2008. Hanya saja Arif  lulus tahun 2012. Sedangkan Bustomi 2014.

“Karena kesibukan mereka (Bustomi dan Arif Suyono) di klub-klub sepak bola yang dibela, ijazah mereka baru kami serahkan secara resmi hari ini. Itu alasannya kenapa ijazahnya baru bisa diambil,” katanya.

Untuk itu kata dia, mereka bisa menjadi contoh bagi atlet lainnya terkait pendidikannya. Itu tentu, kata dia,  tidak hanya atlet sepak bola, tapi dari cabang-cabang olahraga lainnya.

Dijelaskan  Ketua Forki Kota Malang itu, bila para atlet juga tetap memperhatikan pendidikan formalnya. Sebab, kata dia, pendidikan itu  sangat berperan untuk karir selanjutnya bagi para atlet tersebut.

“Lewat pendidikan formal para atlet itu bisa meningkatkan kapasitas keilmuan dan  kompetensinya. Sehingga, bisa menjadi orang yang kompatibel,” pungkasnya. (lil)