Gandeng BUMDes, Bank Gresik Kucurkan Kredit Ultra Mikro Nelayan Tradisional

15 August 2022 - 20:52 WIB

GRESIK (SurabayaPost.id)–Setelah menggelontorkan dana kredit ultra mikro sebesar Rp5 miliar ke pedagang pasar tradisional, Bank Gresik (BG) akan menyasar nelayan tradisional untuk diberikan kredit ultra mikro. Direktur Utama (Dirut) BG Al-Khusani telah melakukan koordinasi diwilayah kantong nelayan tradisional yang ekonominya bertopang dari hasil laut.

“Dari program ultra mikro kami sudah memberikan layanan kredit ke pedagang pasar dan UMKM. Sesuai arahan Pak Bupati (Fandi Akhmad Yani) agar kredit ultra mikro jangan hanya di pasar tradisional dan UMKM saja. Tetapi juga ke nelayan tradisional agar ikut menikmati layanan kredit mudah dan meringankan. Kredit ultra mikro BG sudah menyasar ke 147 desa di 18 kecamatan,” kata Al-Khusani saat membeberkan program kredit mikro, Senin (15/8/2022).

Ia menegaskan, program pemerataan kredit ultra mikro ini, sudah berjalan. Hanya saja kata dosen Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) ini BG akan memaksimalkan layananya, sesuai dengan arahan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang memang sedang getol membangun ekonomi bagi masyarakat kecil. Catatan penting dari Gus Yani (panggilan bupati Gresik) ujar dia adalah menghilangkan rentenir yang menjerat masyarakat ekonomi lemah.

“Agar merata dan sekaligus untuk menggerus rentenir yang menjerat ekonomi kecil. Karena itu kami diminta memberikan kredit mikro ke nelayan tradisonal. Keberadaan BG memang untuk masyarakat dengan memberikan kredit mudah dan rendah bunga,” ujar Al-Khusani.

Dari hasil pertemuannya dengan pemangku desa dan jajaranya diwilayah kampung nelayan khususnya di Kecamatan Panceng. Khusani telah mendapatkan metode agar program penting bupati ini berjalan dengan baik sesuai ekspektasi masyarakat dan pemerintah. Sesuai hasil koordinasi dengan pemerintah desa, tutur Khusani BG akan bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes untuk menyalurkan kreditnya.

“Tadi kami sudah berdiskusi dan koordinasi dengan kades Campur Rejo Panceng untuk menentukan formulasi kredit ultra mikro kepada neĺayan. Arahan kades yang memahami tipikal masyarakatnya, kami di sarankan menggandeng BUMDes setempat. Data kami saat ini BG sudah ada 30 pedagang di Campurejo yang mendapat pinjaman sebesar Rp3 juta per-pedagang program kredit ultra mikro BG. Dan program yang kami bahas dengan kades Campur Rejo tadi akan lebih detil agar tepat sasaran,” tuturnya.

Selain menggandeng BUMDes, konsepnya BG juga akan meminta arahan ke Dinas Pemerintahan Desa (PMD). Alasanya, PMD adalah OPD yang membidangi pemerintahan desa. Sehingga akan lebih terkontrol dan akan memudahkan pemecahan jika ada kendala.

“Konsepnya juga akan menggandeng PMD agar tepat sasaran,” bebernya.

Sementara itu, kredit BG perhari ini, ungkap Khusani, mencapai Rp55,9 miliar kepada 3000 nasabah. Dan 60 persen terserap pedagang kecil yang tersebar di 18 kecamatan di 147 desa. Tahun 2022 target pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp651 juta. Sedangkan tahun 2023 PAD meningkat menjadi Rp1 miliar.

“Insya Allah target PAD tahun 2023 terpenuhi,” terang Khusani.

Perhari ini BG pegang atau memiliki laba Rp1,08 miliar. Tabungan masyarakat ada 16 miliar. Deposito ada 33 miliar. Dana Rp5 miliar tersebar di 1680 debitur. Masing-masing debitur Rp3 juta dengan bunga 6 persen pertahun. Angsuran untuk kredit ultra mijro ini hanya Rp280 ribu kali 12 bulan.

“Pertumbuhan redit kami ada kanikan 12 persen. Padahal nasional tidak sampai seperti capaian kita,” pungkasnya. (uki)