Gus Yani Meminta Diknas Bangun Leadership Kepala Sekolah

27 August 2022 - 23:50 WIB

GRESIK (SurabayaPost.id)-Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Dinas Pendidikan (Diknas) melakukan reformasi birokrasi. Ia juga mendesak pengembangan pendidikan wajib meliputi pembangunan mindset leadership kepala sekolah, infrastruktur sekolah, transformasi digital, dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) saat sambutan penutupan Bintel Dinas Pendidikan, Sabtu (28/8/2022) pagi.

“Kita ini tidak boleh bekerja biasa-biasa saja, makanya harus luar biasa. Dinas Pwndidikan harus luar biasa. Harus berani novasi di setiap lini. Terutama dibidang administrasi yang masih jelimet. Administrasi simpel dan efektif akan dapat berikan dorongan yang signifikan disemua lingkungan utamanya di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik,” kata Gus Yani.

Dikatakan Gus Yani, sistem administrasi dan pensukungnya harus sudah berbasis aplikasi full online dan mudah untuk didata serta dilaporkan. Ia sebut ini sebagai reformasi birokrasi.

“Transformasi digital ini menjadi kebutuhan masa kini yang perlu ditata, maka ketika kita ingin ngecek sesuatu tinggal buka dan sudah terlihat, tidak perlu keliling,” tegas Bupati.

Kendati demikian, kata Gus Yani juga meyadari dibeberapa daerah masih terkendala dari segi SDM dan konektivitas. Maka dalam hal ini peran Dispendik Gresik bersama Pemkab Gresik sangat dibutuhkan untuk mensupport hal tersebut. Sebagai motivasi, Gus Yani akan berikan reward bagi sekolah yang mampu beri inovasi atau prestasi yang dapat membuat sekolah tersebut naik level.

“Miinat baca masih sangat rendah. Yang kita lihat sehari hari ini sepele. Tetapi gelap untuk masa depan. Harus dirubah mulai sekarang. Biasakan dan ajarkan kebiasaan baca sejak Sekolah Dasar. Maka mumpung masih SD, anak-anak didik masih mudah diarahkan untuk belajar diperpustakaan, maka biasakan,” tandasnya

Sementara itu saat penutupan, Bank Gresik memberikan beasiswa Simpanan Pelajar (Simpel) untuk para siswa berprestasi di lingkup Gresik sejumlah Rp. 2.500.000. Beasiswa diserahkan secara simbolis oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat itu.