Indomaret Ditolak, Ketua NU: Hargai Sikap Warga

4 May 2019 - 20:06 WIB
Ketua NU Kota Batu HA Budiono

BATU (SurabayaPost.id) – Persoalan keberadaan toko modern Indomaret di area SPBU Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu yang dinilai legal menuai sorotan dari banyak pihak. Bahkan  Ketua DPC Nahdlatul Ulama (NU) Kota Batu HA Budiono juga ikut prihatin dengan berdirinya toko modern yang diprotes warga karena ilegal alias tidak berizin.

Menurut HA Budiono yang  mantan Wakil Wali Kota Batu itu sikap warga yang menolak keberadaannya Indomaret patut dihargai. “Sikapi mereka harus dihargai, “ kata dia, Sabtu (4/5/2019).

Dijelaskan mantan Wakil Ketua DPRD Kota Batu ini, bila warga menolak keberadaan toko modern tersebut memiliki dasar yang kuat. Selain tak miliki izin, menurut dia pemilik modal seharusnya tak membuka usaha dagang sejenis dengan warga. “Jadi jangan malah mematikan usaha masyarakat sekitar,” katanya.

Itu, kata dia,  agar kemajuan Kota Wisata Batu bisa dinikmati bersama seluruh warga. “Jangan sampai hanya bisa dinikmati dari sebagian pemodal besar saja,” sarannya.

Sementara itu, Hariyadi yang mengaku Warga Desa Pandanrejo, mengaku sangat heran dengan sikap Kades Abdul Manan. Sebab,   kata dia, munculnya toko modern Indomaret yang ada di area SPBU Pandanrejo itu mempertaruhkan namanya.

“Komitmen Kades bersama warga setempat soal toko modern itu sudah harga mati. Artinya Kades harus memenuhi komitmennya agar tidak main – main,” sergah Hariyadi.

Dengan mencuatnya persoalan ini, Hariyadi menyarankan Kades  agar segera mengambil langkah, dan secepatnya buka suara agar tidak menjadi spekulasi tudingan miring dari warga setempat. Karena selama ini telah menduga Kades ada main di balik keberadaan Indomaret tersebut.

“Kades supaya segera mengklarifikasi terhadap warga. Kumpulkan para tokoh dan para pemilik toko yang ada di Pandanrejo. Kumpulkan mereka semua, dengan tandatangan dan dikuatkan dari perangkat desa, mulai dari RT, RW, BPD dan Kades setempat,” mintanya.

Oleh karena itu, Hariyadi juga berharap agar Kades tidak gentar jika ada pihak yang mempreser atau mengintimidasi. Baik itu dari pengusaha maupun centengnya.

“Kades setempat harus secepatnya mengambil langkah, bersama masyarakat.  Kalau perlu datang langsung ke Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. Kita tolak keberadaan Indomaret tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Kades Pandanrejo, Abdul Manan, belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi via ponselnya belum ada respon.

Sampai berita ini dikabarkan, Abdul Manan belum bisa dikonfirmasi. Dia terkesan  menghindar dari buruan kuli tinta. (gus)