SURABAYA (SurabayaPost.id) – Kerukunan Keluarga Kalimantan (K3) Jawa Timur mengambil langkah strategis untuk menghidupkan budaya Borneo di tanah rantau. Dipimpin Ketua Umum Ir. H. Musnadi Bachtiar dan Ketua Harian Dr. Asmirin Noor, jajaran pengurus inti K3 Jatim melakukan kunjungan kehormatan ke Yayasan Pondok Kasih dan Taman Bhinneka, Surabaya, Kamis (17/4/2026).
Kunjungan strategis ini diikuti Bendahara, Sekretaris, Wakil Komisariat Provinsi se-Kalimantan, dan perwakilan pengurus lainnya. Rombongan disambut hangat tokoh kemanusiaan sekaligus pimpinan Yayasan Pondok Kasih, Mama Hana, bersama Manajer Taman Bhinneka, Michael J. Pesik.
Pertemuan menghasilkan kesepakatan penting: Anjungan Rumah Kalimantan di Taman Bhinneka dapat digunakan K3 Jatim sebagai pusat informasi dan pameran atribut budaya dari lima provinsi di Kalimantan.
“Kami menyambut baik dan sangat mengapresiasi tawaran dari pihak Taman Bhinneka. Ini adalah peluang emas untuk memperkenalkan kekayaan Kalimantan kepada masyarakat luas di Jawa Timur,” ujar Ir. H. Musnadi Bachtiar.

Tak hanya pameran wastra, kerajinan tangan, dan miniatur adat, K3 Jatim juga berencana membuka booth khusus yang menjajakan makanan khas dari berbagai penjuru Kalimantan. Mama Hana memberi lampu hijau penuh. “Silakan K3 Jatim menggunakan fasilitas yang ada di Taman Bhinneka Surabaya. Kami terbuka untuk kolaborasi ini,” ungkapnya.
Menindaklanjuti kesepakatan, Dr. Asmirin Noor menegaskan pengurus akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dari lima provinsi di Kalimantan. Tujuannya agar anjungan terisi koleksi otentik yang merepresentasikan wajah Borneo secara utuh: wastra Dayak, ukiran, anyaman, hingga miniatur rumah adat.
Dengan begitu, Taman Bhinneka tak sekadar jadi destinasi wisata religi dan budaya, tapi juga jendela utama untuk mengenal pesona “Pulau Seribu Sungai” di jantung Kota Surabaya.
Usai meninjau lokasi, rombongan K3 Jatim turut berbaur dengan tamu undangan dari berbagai suku dan agama dalam kegiatan lintas iman yang sedang berlangsung di Taman Bhinneka. Kehadiran K3 Jatim di tengah keberagaman itu menegaskan komitmen organisasi untuk terus menjunjung tinggi toleransi dan semangat persatuan di Jawa Timur.
Melalui kolaborasi ini, Anjungan Kalimantan diharapkan hidup sebagai etalase budaya yang komprehensif. Bukan sekadar ruang pamer, tapi rumah kedua bagi warga Kalimantan di perantauan sekaligus titik temu silaturahmi lintas budaya bagi warga Surabaya. (**).
