Kepala BPKAD: Kantor KPAD Itu Dipinjam Dinkes

1 May 2021 - 20:18 WIB
Kepala BPKAD Kota Batu M Chori

BATU (SurabayaPost.id) – Soal pengelolaan Kantor Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) mulai ada titik terang. Sebab, menurut Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah ( BKAD) Kota Batu, M Chori, Sabtu (1/5/2021), gedung City Aids Commission yang terletak di Jalan Sultan Agung, nomor 8  Kota Batu itu dipinjam Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu. 

Sebagaimana  diketahui keberadaan Kantor KPAD tersebut, pada 2019 silam sempat direnovasi bangunannya. Namun, dengan berjalannya waktu karena tidak terawat sehingga ditumbuhi rumput – rumput liar, dan sampai saat ini kondisinya juga sama dan ditumbuhi rumput – rumput liar pula.

Terkait dengan kondisi Kantor KPAD tersebut, menurut Chori sudah dipinjam pakai Dinas Kesehatan Kota Batu. “Artinya Kartu Inventaris Barang (KIB) nya masuk di Dinkes.Termasuk pemeliharaannya dan perawatannya masuk di Dinkes,” paparnya.

Itu, papar dia, kalau sudah seperti itu,  sudah bukan kewenangannya aset.

Kondisi Kantor KPAD Kota Batu saat ini

“Itu kita kan mengacu pada siapa pengguna barangnya, dan itu yang  bertanggung jawab semuanya termasuk pemeliharaannya,” tegasnya.

Saat disinggung terkait rencana keberadaan aset Pemkot Batu dan desa/lurah bakal sertifikasi pada saat dilakukan rapat koordinasi di Kejaksaan Negeri Batu.Chori mengaku karena aset – aset tersebut, banyak di desa maupun kelurahan.

“Maka kita meminta bantuan pada pihak desa /lurah terkait dengan batas – batasnya.Batas kiri ,kanan, depan dan sebagainya,itu kan perlu,” ujarnya.

Karena, ujar dia, harus ada percepatan dan targetnya pada tahun ini.Saat disinggung terkait keberadaannya Kantor BKAD tersebut, apa termasuk asetnya Pemkot Batu, menurut Chori.

“Iya, itu asetnya pemerintah.Karena sudah ada dan siapa pengguna barangnya,ya mereka yang harus merawat.Artinya kantor tersebut, kan dianggarkan perawatan setiap tahun. Jadi seperti itu, dan itu harus dijaga dan dirawat dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, drg Kartika Trisulandari, saat dikonfirmasi via ponselnya belum ada respon. Untuk itu, sampai berita ini dikabarkan di Surabayapost.id, Kartika belum bisa dikonfirmasi. (Gus)