Kontes Burung Berkicau Meriah

2 September 2020 - 16:10 WIB
Kades dan para panitia serta dari anggota DPRD Batu pada saat diarea arena event kicau burung di Desa Beji

BATU (SurabayaPost.id) – Kontes burung berkicau yang digelar di arena Lapangan Ganjaran, Dusun Jamberejo, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, meriah. Pesertanya mencapai ratusan. Mereka saling beradu kicauan burung jagoannya untuk merebutkan hadiah total jutaan rupiah, Selasa (1/9/2020).

Menurut Kepala Desa (Kades) Desa Beji, Deny Cahyono yang sapaan akrabnya Sabeny, tak hanya digelqr sekali. Menurut dia, arena kontes tersebut, dijadwalkan dalam sepekan tiga kali kontes.

“Dengan jumlah peserta sejumlah ratusan tersebut,dijadwalkan pada hari Selasa,Sabtu dan Minggu.Arena berukuran 11 X 12 meter persegi itu baru rampung dibangun melalui Bumdes desa setempat,karena arena sebelumnya ada di daerah Jalan Sultan Agung, Kota Batu,dan sekarang resmi keberadaannya ada di Bumi Desa Beji,Lapangan Ganjaran,” katanya.

Untuk itu, kata dia, arena kontes tersebut, diakui sudah mulai ramai. Para kicau mania sebutan bagi para penghobi lomba burung berkicau sudah mulai mempersiapkan diri.

“Peserta kontestan dengan sigap, menggantungkan sangkar berisi burung jagoannya di nomor gantangan ( tiang tempat sangkar burung digantung) masing-masing.Dan jenis burung yang dipertandingkan sangat beragam. Antara lain murai batu, cucak ijo, kacer, lovebird, kenari, pentet,dan burung – burung lainnya,” ungkapnya.

Meski begitu, ungkap dia, karena event tersebut digebyar pada saat ditengah Covid – 19, maka menurut Sabeny ,harus tetap menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak.

Kaji Bianto dan Agung Sugiono bersama Ketua pelaksana memotong tumpeng saat propsesi kontes burung mau digelar

“Dari sisi lain terkait even ini, selain sekadar hobi, sekaligus tengah memberdayakan warga sekitar, karena pelaku – pelaku UMKM banyak yang berjualan,bahkan para pemuda desa setempat tengah beraktivitas jadi juru parkir (Jukir) dadakan,” paparnya.

Dan yang perlu diketahui, berjalannya even ini, Sabeny mengaku selain mendapat dukungan dari para tokoh dan pemuda desa setempat,menurutnya mendapat dukungan penuh dari beberapa anggota DPRD Kota Batu, yang turut andil menyemarakkan.

Sementara itu, Ketua Komunitas para penggila burung kontes, Kota Wisata Batu (KWB) yang sekaligus anggota DPRD Kota Batu dari politisi PKB, H M Didik Subianto, yang sapaan akrabnya Kaji Bianto, mengaku dengan adanya aktivitas ini, suasananya jadi hidup.

“Aktivitas warga sekitar setidaknya bisa mendapatkan hasil tambahan. Dan komunitas burung berkicau seperti ini ada di setiap daerah. Bahkan di Pemerintah Pusat juga ada Presiden Cup kontes burung dan termasuk di Kota Batu ini Wali Kota Cup,” paparnya.

Itu papar dia, sekitar sejumlah 800 peserta tersebut, menurut Kaji Bianto mekanisme sekali kontes dalam satu kelas maksimal sejumlah 64 peserta, dan ada yang 20 peserta, itu semua menurut dia, tergantung jumlah kelas dan jenis burungnya. Karena kata dia, ada tiga kelas, yakni kelas A, B dan C.

“Saya berterimakasih kepada Kades setempat dan pihak yang terkait karena telah diberi ruang dan fasilitas arena kontes semacam ini.Mengingat Kota Batu sejak Tahun 2004 sudah punya komunitas burung KWB, yang sebelumnya arena di Jalan Sultan Agung, Kota Batu, dan sekarang sudah pindah arena di Desa Beji,” terangnya.

Terkait ini, terang dia, nantinya akan punya agenda event besar skala nasional,yang menurutnya agar arena gantangan burung berkicau yang baru ini lebih dikenal lagi oleh para pecinta burung berkicau.

Diwaktu yang sama, Agung Sugiono dari Anggota DPRD Batu ,partai Gerindra meyakini terkait event ini setidaknya bisa mendongkrak tarap hidupnya masyarakat.

“Mereka bisa beraktivitas dan mendapat penghasilan tambahan, bagi warga yang memanfaatkan untuk berjualan di sekitar arena ini.Agar Lapangan Ganjaran ini terus rame, yang jelas nantinya kami dengan warga sekitar dan Kades setempat sedang merencanakan event skala nasional,” ujarnya.

Karena, ujar dia, dengan event yang perdananya ini, menurut Agung, pesertanya hampir mencapai sejumlah 1000 orang. Itu, lanjut Agung, cerminan bahwa di Kota Batu banyak penghobi burung berkicau. (Gus)