Korban Penganiayaan Lapor ke Propam Polda Jatim

11 March 2019 - 17:51 WIB
Andry Ermawan dan Ronald Napitupulu, kuasa hukum Vivi saat menunjukkan surat laporan propam.

SURABAYA (surabayapost.id) – Penyidik Polsek Sukomanunggal dilaporkan oleh Lauw Vina alis Vivi, korban kasus penganiayaan ke Propam Polda Jatim. Laporan itu dilakukan lantaran adanya dugaan kejanggalan dalam proses penyidikan.

Laporan ke Propam dilakukan oleh tim kuasa hukum Vivi yaitu Andry Ermawan dan Ronald Napitipulu pada Jumat (8/3/2019) lalu. Selain ke Propam, tim kuasa hukum juga menyurati Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya dan Aswas Kejati Jatim.

Andry mengatakan, pihaknya meminta kepada penyidik Polsek Sukomanunggal untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Menurutnya, olah TKP diperlukan untuk mengetahui bagaimana kejadian tersebut hingga akhirnya tersangka Imelda Budianto tega menabrak Vivi.

Andry juga berharap, ada keadilan yang didapat korban dari peristiwa penabrakan tersebut dengan menahan tersangka Imelda. Hal itu diperlukan agar tersangka Imelda tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Andry menjelaskan, pihaknya merasa janggal terkait barang bukti mobil, dimana ada kerusakan di spion dan goresan di bagian body mobil. “Tapi saat kita lihat barang buktinya di Polsek Sukomanunggal ternyata mobilnya mulus, tidak ada goresan sama sekali. Ini kan sangat janggal, bagaimana barang bukti bisa berubah seperti itu,” tegasnya kepada wartawan, Senin (11/3/2019).

Sementara itu, Kombespol Frans Barung Mangera, Kabid Humas Polda Jatim menyebut bahwa laporkan ke Propam Polda Jatim merupakan hak setiap orang. “Kalau ada kejanggalan penyidikan ya memang prosedurnya lapor ke Propam dan akan kita terima hal itu,” tegasnya.

Perlu diketahui, kasus yang menimpa Vivi terjadi pada 25 Januari lalu. Saat itu, dua orang ibu-ibu sedang menjemput anaknya di sekolah Marlion Internasional.

Saat berada di parkir sekolah, Vivi (korban) yang belum mendapat tempat parkir menghalangi mobil Imelda. Saat korban sudah dapat parkiran, Imelda ternyata masih emosi dan membunyikan klakson terus-menerus, namun hal itu tidak dihiraukan oleh korban. Nah saat itulah tiba-tiba mobil Imelda menubruk korban hingga akhirnya mengalami luka di kaki dan tangannya. (aha)