Lubang Jalan di Oro-oro Ombo Dikeluhkan Pengguna Jalan

BATU ( SurabayaPost.id ) – Pengaspalan Jalan di depan Musium Satwa, Oro – Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, sudah rampung beberapa bulan lalu.Meski begitu, Jalan tersebut, banyak dikeluhkan pengguna Jalan, alasannya karena terdapat puluhan lubang resapan air ditepi jalan yang membahayakan pengguna jalan.

Salahsatunya, keluhkan pengguna jalan ini, Rudy Sidarta yang mengaku warga Desa Tlekung, Kota Batu, Kamis ( 20/2022).

” Jalannya sudah diaspal dan bagus.Namun pengguna jalan khawatir keberadaannya puluhan lubang pembuangan air yang ada ditepi jalan,” kata Rudy.

Itu, kata dia, sebaiknya dinas terkait sebelum mengaspal harus memikirkan gimana caranya agar rata dan tidak ada lubang yang lmembahayakan para pengguna jalan.Dengan demikian, Rudy menilai.

” Dinas terkait tidak punya perencanaan yang matang dalam mengerjakan jalan.Bahkan terkesan lagi hanya fokus mengaspal, dan tidak mementingkan keselamatan penguna jalan,” ungkapnya.

Terlebih ungkap dia, lubang yang terlihat cukup dalam, sebagian hanya sebatas diberi tanda beberapa batang kayu yang ditancapkan.
Untuk itu, meski jalannya sudah terlihat bagus, namun malah tidak sedap dipandang.Terlebih lagi, Kota Batu sebagai Kota Wisata.

” Kita menyikapi seperti ini, demi kebaikan bersama dan jangan sampai menunggu korban karena murka lubang – lubang itu.Ketika sudah memakan korban baru bertindak, biasanya seperti itu,” sindir Rudy.

Olehkarena itu, pihaknya berharap dinas terkait segera tanggap dan jangan menunggu ada korban lantas bertindak.

” Ya semoga pengguna jalan berhati hati.Saya sebatas mengingatkan, karena demi kebaikan dan keselamatan adalah yang utama dan harus kita jaga bersama,” serunya  ( Gus) 

Baca Juga:

  • Perpustakaan Sejati Cadas Jatimulyo Raih Juara 1 Lomba Perpustakaan Kelurahan Malang 2026
  • Wali Kota Malang Perkuat Kolaborasi Ekosistem Digital Bersama Komdigi di DEAL 2026
  • Kejari Kota Malang Gandeng Ketua SPPG, Kampanyekan Anti-Korupsi Lewat Edukasi Hukum
  • UIBU Pecahkan Pola, Gelar Festival Semhas Heppiee: Seminar Hasil Tanpa Ketegangan