Minta Maaf, OPPO Bersama NU dan Ansor Santuni Anak Yatim

26 May 2019 - 23:03 WIB
OPPO bersama NU, Ansor dan Polres Malang Kota menyantuni anak yatim saat buka puasa di Hotel Pelangi Malang.

MALANG  (SurabayaPost.id) –  Manajemen OPPO bersama Nahdlatul Ulama (NU) , Ansor, Pemkot  Malang dan Polres Malang Kota menyantuni anak yatim piatu. Pemberian santunan itu dilakukan bersamaan dengan buka bersama di Hotel Pelangi, Kota Malang, Minggu  (26/5/2019).

Menurut PR Manajer OPPO Indonesia, Aryo Meidianto, sesuai rencana pemberian santunan itu akan dilanjutkan dalang sepekan ke depan. Santunan itu akan diberikan  kepada anak yatim yang ada di lima kecamatan di Kota Malang.

“Konsepnya dalam bentuk Safari Ramadhan di lima kecamatan. Itu sebagai ungkapan  kebersamaan dalam keberkahan Ramadhan,” jelas Aryo Meidianto.

Anggota Polres Malang Kota yang mewakili Kapolres AKBP Asfuri menyerahkan santunan pada anak yatim.

Makanya dia mengaku sangat menghargai kesempatan yang diberikan  kepada manajemen OPPO untuk merangkul warga dan berbagai elemen masyarakat. Menurut dia, melalui acara kebersamaan dalam keberkahan Ramadhan pihaknya ingin meminta maaf secara terbuka kepada warga Kota Malang,  khususnya.

Itu lanjut dia, terkait penyelenggaraan acara dealer gathering yang sempat menyuguhkan minuman  beralkohol beberapa waktu lalu. “Kejadian itu benar-benar kelalaian kami,” kata dia.

Untuk itu, kata dia, OPPO akan  berupaya mendekatkan diri dengan masyarakat. Harapannya agar semakin mengenal warga Kota Malang.

Karena itu, terang dia, mulai 28 Mei 2019 hingga 2 Juni 2019 Perwakilan  OPPO bersama NU dan GP Ansor akan melakukan kegiatan Safari Ramadhan. Tujuannya untuk menyantuni anak yatim di lima kecamatan yang ada di wilayah Kota Malang.

Semua itu,  terang dia, sesuai dengan hasil tabayyun ke Wali Kota Malang Sutiaji, Komisi A DPRD Kota Malang, MUI, PCNU, GP Ansor, Muhammadiyah dan lainnya. Sehingga tidak menimbulkan salah paham.

Sementara itu,  Ketua GP Ansor Kota Malang Hadi Junaedi dan Sekretaris PCNU Assif menyambut baik tabayyun yang dilakukan manajemen OPPO. “Kami telah mendengarkan penjelasan OPPO perihal kejadiannya,” kata Junaedi.

Menurut dia, mereka telah mengakui dan  minta maaf atas kesalahannya. Mereka juga berjanji tak akan mengulangi lagi.

“Karena itu sejalan dengan semangat Ramadhan mari kita hendaknya saling memaafkan. Selain itu saling memperbaiki diri,” himbaunya.  (aji/lil)