Nenek Ini Tewas Membusuk Dirumahnya

13 December 2018 - 21:11 WIB

BOJONEGORO (SurabayaPost.Id)–Dasirah (72) warga Dusun Badegan, Desa Ngambon, Kecamatan Ngambon, Bojonegoro ditemukan sudah menjadi mayat pada, Kamis (13/12/18). Nenek renta ini ditemukan sudah membusuk oleh Samini (40) tetangga korban saat hendak membeli pisang.

Diceritakan Samini, saat melintas dibelakang rumah Dasirah ia mencium bau busuk, setelah ditelusuri bau tersebut berasal dari dalam rumah korban. Samini memberanikan diri masuk kerumah Dasirah yang pintunya tidak terkunci. Ia mendapati almarhum saksi kaget melihat setelah melihat korbudah membujur kaku dengan keadaan terlentang diruang tamu rumah korban.

“Saya langsung berteriak dan lari menuju kerumah Tajem adik korban memberitahukan kalau Mbah Dasirah meninggal dunia,” ujar Samini.

Kemudian keduanya melaporkan kejadian tersebut ke Ketua Rukun Tetangga (RT) Suwandi. Setelah mendapat laporan Ketua RT mberitahukan ke Perangkat Desa dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngambon.

Kapolsek Ngambon, AKP Supriyono mengatakan bahwa pihaknya setelah mendapat laporan langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Menurut Kapolsek bahwa korban sebelum meninggal memang mempunyai riwayat sakit Diabetes, Hipertensi, dan Kolesterol, hal tersebut juga di benarkan oleh Priyono selaku petugas Kesehatan dari Puskesmas Ngambon.

Sedangkan obat-obatan yang ditemukan didalam rumah korban adalah obat untuk penyakit Diabetes dan Hipertensi.

“Dari hasil rekam medis korban pernah berobat di Puskesmas Kecamatan Ngambon, sehingga diduga korban meninggal akibat Sakit.” Imbuh Kapolsek.
Sementara barang bukti yang diamankan petugas 5 strip obat merk METFORMIN 500 mg, 5 strip obat merk SIMVASTATIN 20 mg, 3 strip obat merk OSKADON, 2 strip obat merk PARAMEX 1 minyak kayu putih, 1 botol minyak tawon, 2 botol obat tetes mata dan Uang tunai Rp. 3.737.000, 00 (Tiga Juta Tujuh Ratus Tiga Puluh Tujuh Ribu Rupiah).

Kemudian hasil pemeriksaan kondisi mayat Kepala / wajah tidak bisa dikenali karena membusuk, Leher, dada, perut, dan punggung proses pembusukan, dan tidak ada tanda- tanda kekerasan.
“Kemudian mayat diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Kapolsek.(ndo)