Netralisir Berita Hoax, Polres Batu Gelar FGD

29 March 2019 - 22:32 WIB
Polres Batu menggelar FGD untuk menetralisir berita-berita hoax

BATU (SurabayaPost.id) – Dalam rangka menetralisir berita hoax dalam menyambut pemilu tahun 2019, Sat Binmas Polres Batu, menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Singhasari Kota Batu, Jumat (29/3/2019).

Giat FGD yang digagas Sat Binmas Polres Batu tersebut, melibatkan dari Subdit V Dit Reskrimsus Polda Jatim, dan guru SMA serta masyarakat dan beberapa instansi yang lain.

Menurut Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto, dalam hal ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. “Yang kita lakukan ini, digagas oleh Sat Binmas dalam hal untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan seluruh stakeholder yang ada,” kata Budi Hermanto yang sapaan akrabnya Buher ini.

Di dalam acara ini, Buher menyebutkan, melibatkan dari tokoh agama, Polda dan Guru SMA serta rekan – rekan media bersama seluruh elemen masyarakat. “Kita memiliki narasumber dari UB dan Kominfo Pemkot Batu, serta dari Polda Jatim,” tandasnya.

Lantas,tandas dia, Buher mengaku ingin memberikan edukasi tentang bagaimana caranya mencegah berita – berita hoax, khusus edisi pemilu 2019.

“Di edisi pemilu 2019 ini,jangan sampai karena pemilu, yang berbeda pilihan sehingga perpecahan yang menimpa kita. Kita tidak ingin seperti negara – negara yang sudah ada, bagaimana politik yang tidak stabil karena adanya berita bohong ataupun berita hoax,” katanya.

Maka, dari itu, mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan ini, mengedukasi dengan harapan, termasuk dari rekan – rekan media, diminta bisa menggelontorkan informasi – informasi yang positif.

Dengan agenda kegiatan ini,Buher mengingatkan bagi masyarakat jangan mengunggah dan memviralkan berita – berita hoax.

“Bagi pengunggah,dan yang memviralkan ataupun memberikan komen negatif, itu ada sanksinya.Nah kita batasi dan untuk bisa membatasi diri,” pesannya.

Yang perlu diketahui, kata Buher,karena dunia dalam satu genggaman dalam gadget, maka dengan adanya sosialisasi ini, tujuannya mengedukasi kepada seluruh masyarakat.

“Berangkat dari rul terkecil dulu, keluarga dan saudara.Saya menghimbau bagi masyarakat batu, untuk lebih bijak, lebih wer, terhadap penyebaran berita.Baca dulu, dipahami dan diketahui, baru dishare,” sarannya.

Jadi, saran dia, jangan menshare dulu. Setelah terjadi permasalahan baru menyatakan permohonan maaf.

“Karena semua itu, tidak bisa mengembalikan kejadian itu dari seperti semula. Kembali saya menghimbau,bijaklah dan lebih cerdas,” serunya. (gus)