RGS dan API Berkolaborasi Wujudkan Jokowi-Ma’ruf Amin Dua Periode

29 March 2019 - 20:26 WIB

GRESIK (SurabayaPost.id)–Alumni Pesantren Indonesia (API) bersama Relawan Gerakan Sosial (RGS) Indonesia berkolaborasi untuk mewujudkan  pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin menang dalam Pilpres 17 April mendatang. Kolaborasi dukungan itu digelar di Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) di Jl Jaksa Agung Gresik, Jumat (28/3).

Ketua RGS Indonesia Muslih Hasyim mengatakan, kolaborasi API dan RGS yang diberikan kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf bukan tanpa alasan. Salah satunya adalah sikap Jokowi yang rajin mengunjungi sejumlah pondok pesantren di Indonesia.

“Setelah melakukan beberapa hal yang kami anggap akan memberikan hal yang positif untuk seluruh rakyat Indonesia, maka kami Ketua RGS Indonesia bersama Alumni Pesantren Indonesia maka kami menyatakan sikap dari seluruh alumni dan seluruh anggota RGS se Indonesia untuk mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf,” kata alumni Pondok Pesantren Lirboyo kediri ini, Jumat.

Selain itu ungkap Muslih, tidak bisa dipungkiri, para alumni pondok pesantren diseluruh tanah air dibesarkan oleh para kiai dan para ustad. Sehingga menurutnya tidak ada pilihan lain bagi mereka (alumi pondok dan anggota RGS) untuk tidak memberikan dukungan kepada Ma’ruf yang merupakan seorang kiai.

“Karena capres yang ada kiainya cuma Ma’ruf Amin, pasangan 01. Jadi kalau yang lain nggak ada kiainya. Nah kami harapkan, himbauan kepada masyarakat, tidak ada pilihan lain untuk alumni pesantren yaitu kepada pasangan 01,” ucapnya.

Muslih menambahkan, menambahkan ribuan alumni dan relaean RGS bertekad untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf dengan cara masuk ke seluruh pelosok kampung diseluruh wilayah Indonesia. Dengan begitu pasangan Jokowi-Ma’ruf dapat memenangkan Pilpres 2019.

“Kami sudah menggalang ribuan alumni pesantren Indonesia. Dan hari ini semuanya kumpul di acara ini. Kami berharap kekuatan ini akan menambah stimulan Jokowi-Ma’ruf khususnya di Jawa Timur,” sambungnya.

Muslih menampik dukungan yang diberikan pihaknya kepada Jokowi-Ma’ruf akan menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam.
Pasalnya, masyarakat sudah cerdas menilai mana figur yang dianggap benar-benar kiai.

“Saya pikir masyarakat bisa menilai kiai yang ada di sebelah dengan kiai yang mendukung Ma’ruf Amin, masyarakat akan bisa menilai mana yang betul-betul kiai yang punya jamaah dan santri dan mana kiai-kiai yang hanya sebatas kiai yang hanya menjelek-jeleki dan membuat sebaran hoax, saya pikir itu,” katanya.

Ditegaskan Muslih, ini adalah dukungan yang kesekian kalinya untuk pasangan 01 dari RGS. Hanya saja kali ini adalah dukungan kolaborasi antara RGS dengan Alumni Pesantren Indonesia agar lebih memiliki daya dan dukungan untuk memastikan Jokowi-Ma’ruf menang dengan prosentase 70%.

“Ini adalah kolaborasi dukungan antara alumni pesantren dan anggota RGS seluruj Indonesia. Sebelumnya RGS telah melakukan deklarsi dengan berbagai pihak di seluruh Indonesia untuk kemenagan 01 dengan kemenagan 70%,” pungkasnya.

KH Robbach Ma’sum dalam sambutannya menyatakan, pesan muasis (pendiri) NU untuk menjaga 2 hal pokok. Yaitu, menjaga agama
dan menjaga negara/NKRI. Dikatakan kiai Robbach, saat ini banyak yang berupaya menggantikan Pancasila.

Silaturahmi ini juga diisi do’a oleh Syeck Adnan Muhammad Altof Madinah. Juga diisi tausyiyah oleh Habib Mustofa Alydrus Tuban, dan pembacaan salawat bil Qiyam oleh Habib Ahmad al Habsi Pasuruan.

Sementara juru bicara silaturahmi alumni santri Indonesia Gus Alauddin Farhan menyatakan, silaturahmi alumni pesantren Indinesia (Santri) di Kabupaten Gresik merupakan jejaring para alumni pesantren sekaligus sebagai media komunikasi untuk menguatkan jamaah NU dan menjaga keberlangsungan faham dan nilai-nilai ahlusunnah waljamaah. “Dalam konteks konsoliasi politik pada Pemilu 2019 realitas kekinian telah memberikan gambaran yang memprihatinkan bagi kalangan pesantren dengan merebaknya berita hoks bahkan fitnah, terutama menjadikan agama sebagai ruang untuk tarik menarik berbagai kepentingan kelompok,” katanya.

Ribuan alumni santri yang hadir berasal dari Ponpes Lirboyo Kediri, Ponpes Langitan Tuban, Ponpes Alfadlu Kaliwungu, Ponpes Tambakberas Jombang, Ponpes al Anwar Sarang Rembang, dan Ponpes Fathul Ulum Kwagean Kediri. Ponpes dari Gresik, di antaranya Ponpes Mambaus Sholihin, Ponpes Ushulul Hikmah al Ibrohimy Manyar, Ponpes Ihyaul Ulum, Ponpes al Furqon Driyorejo, Ponpes al Azhar Menganti, Ponpes Darut Taqwa Suci, Ponpes al Karimi, Ponpes al Ikhlas, Ponpes Mambaul Ikhsan, dan Ponpes Qomaruddin Bungah.