Nganjuk Timur Terancam Terendam Banjir

21 March 2019 - 18:07 WIB
Kondisi jalan di Ndrenges, Kertosono terendam air akibat hujan deras.

NGANJUK (surabayapost.id) – Wilayah Nganjuk timur siaga banjir, menyusul hujan deras yang terjadi selama tiga hari berturut-turut. Hal ini terlihat dengan banyaknya permukaan sungai yang mengalami kenaikan sebatas puncak tanggul sungai.

Dari pengamatan surabayapost.id, beberapa sungai yang airnya amber antara lain, Sungai Widas, Sungai Semantok, Sungai Klinter. Kenaikan permukaan air sungai-sungai itu mengakibatkan kali sudetan yang ada di wilayah Kecamatan Kertosono, Nganjuk seperti desa Drenges, desa Kutorejo, desa Pelem, desa Tanjung meluber ke pemukiman penduduk.

Hal ini terjadi di desa Nglawak, kali sudetan yang bermuara di Sungai Klinter airnya meluap dan menggenangi perumahan warga setinggi mata kaki anak berusia 15 tahun. Luapan air juga dialami warga di desa Tanjung, Kertosono.

Hal ini mengakibatkan warga di sekitar kali sudetan khawatir, akan terjadi banjir jika hujan deras terjadi lagi dalam waktu lama. “Ini bahaya, bisa banjir besar,” ujar Monita, warga perumahan Nglawak, Kertosono, Kamis (21/3/2019).

Sementara itu, anggota Komisi IV bidang pembangunan infrastruktur fisik DPRD Nganjuk, Karyo menilai bahwa luapan air sungai yang meluber ke hunian penduduk di kawasan Kertosono atau Nganjuk Timur itu bukan hanya disebabkan curah hujan yang meningkat. Tapi juga disebabkan terjadinya pendangkalan sungai. “Pendangkalan itu menyebabkan air menjadi meluap jika debit air meningkat karena hujan,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut mengakibatkan rawan terjadinya banjir. Pasalnya, rata-rata kali sudetan yang ada di wilayah Kertosono bertanggul pendek dan berdekatan dengan pemukiman warga. “Sewaktu-waktu bisa terjadi banjir jika hujan berlangsung lama dan deras,” jelas Karyo.

Anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar ini mendorong Dinas Pekerjaan Umum (PU) Nganjuk untuk segera melakukan normalisasi sungai-sungai di wilayah Nganjuk untuk menghindari terjadinya bencana banjir. Menurutnya, tidak ada cara lain untuk menghindari banjir kecuali dengan memperdalam sungai dan meninggikan tanggul sungai sebagai bentuk normalisasi. (ony)