Temukan Situs, Kades Sekarpuro Bakal Bangun Museum Sekaran

21 March 2019 - 17:51 WIB
Barang purbakala yang ditemukan di situs Sekaran.
Barang purbakala yang ditemukan di situs Sekaran.

MALANG (SurabayaPost.id) – Kades Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sulirmanto bakal membangun museum Sekaran. Itu setelah warga menemukan situs Sekaran yang hendak dibangun jalan tol Malang – Pandan (Mapan).

Menurut Kepala Desa Sulirmanto banyak barang purbakala yang ditemukan di situs tersebut. Sehingga barang purbakala itu harus ditampung di di kantor Desa Sekarpuro.

“Barang-barang berharga itu harus dijadikan satu. Makanya, perlu membangun museum,” kata Sulirmanto, Kamis (21/3/2019).

Dijelaskan dia bila barang purbakala itu ditemukan di kawasan situs Sekaran. Itu ada di Dusun Sekaran yang kini dibangun tol Mapan. Tepatnya di Seksi 5 atau kilometer 37.

“Nantinya kami ingin membuat Musium Desa. Untuk sementara saya akan gunakan ruangan di sebelah aula untuk menyimpan barang-barang yang ditemukan warga ini. Tapi jika tidak muat bisa menggunakan aula Desa,” ungkapnya.

Sulirmanto menjelaskan, dengan adanya Museum Desa ini diharapkan dapat menyelamatkan peninggalan serta cagar budaya akan terlaksana secara berkelanjutan.

“Dengan adanya tempat tersebut nantinya dapat digunakan untuk penelitian maupun obyek wisata edukasi bagi masyarakat, khususnya pelajar. Yang jelas dapat mendongkrak perekonomian warga juga,” ujarnya.

Apalagi, tambah Sulirmanto, daerah tempat ditemukannya situs Sekaran ini termasuk daerah yang tertinggal di Desa Sekarpuro. Untuk itu, dirinya berharap kepada pemerintah agar melindungi dan melestarikan pengembangan Desa Sekarpuro yang mempunyai potensi wisata sebagai cagar budaya.

“Berdasarkan data dari tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim yang melakukan ekskavasi di situs Sekaran ini. Barang-barang purbakala itu merupakan peninggalan Kerajaan Singasari. Seperti koin yang bertuliskan Dinasti Song yang memimpin Tiongkok pada abad X sampai XI Masehi. Maka, kami ingin mengajak seluruh warga untuk ikut menjaga kelestarian budaya kita,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Dinasti Song merupakan dinasti yang memerintah Tiongkok pada tahun 960 sampai tahun 1279. Itu berarti sebelum Tiongkok diinvasi oleh Bangsa Mongol. (lil)