Pembatas Jalan Pakai Tali Rafia, Wisatawan Kritik Pemkot Batu

24 December 2018 - 19:03 WIB
Penutupan jalan putar balik di kawan Jalan Dewi Sartika Kota Batu ini dikritik wisatawan karena dinilai merusak keindahan Kota Batu.
Penutupan jalan putar balik di kawan Jalan Dewi Sartika Kota Batu ini dikritik wisatawan karena dinilai merusak keindahan Kota Batu.

BATU  (SurabayaPost.id) –  Wisatawan asal Bali, yang mengaku bernama Nyaman mengkritik Pemkot. Kota Batu. Pasalnya, Pemkot Batu dinilai belum bisa mengemas kotanya sebagai Kota wisata dengan baik.

Sebagai bukti, dia menunjuk penutupan akses jalan  di Jalan Dewi Sartika, Senin (24/12/2018). Jalan untuk putar balik itu ditutup dengan tali rafia dan diberi tanda plastik kresek warna kuning dan merah. Kresek-kresek itu  digantungkan pada tali rafia tersebut.

“Itu memang terkesan sepele. Tapi itu sangat merusak keindahan pemandangan. Sangat disayangkan,” kata Nyaman.  

Itu mengingat,  lanjut dia, Kota Batu sebagai Kota Wisata sudah kesohor tidak hanya bagi wisatawan domestik. Namun, lanjut dia, juga bagi wisatawan mancanegara.

Makanya, dia sangat menyayangkan pemasangan tali rafia yang digantungi plastik kresek tersebut.  Sebab, menurut dia, tak hanya merusak pemandangan juga kurang memberikan rasa aman bagi pengendara.

Padahal, kata dia,  kendaraan yang berlalu lalang di jalan Dewi Sartika itu sangat padat. Kendaraan itu bukan hanya dikendarai warga sekitar. “Tapi juga wisatawan,” kata dia.  

Apalagi, tegas dia, kini musim liburan Natal dan Tahun Baru 2019. Menurut dia, adanya banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang akan berkunjung ke Kota Wisata Batu.

Karena itu dia berharap Pemkot Batu –dalam hal ini Dinas terkait– lebih kreatif dalam menata Kota Batu. Sehingga, Kota Batu tak ternodai dengan kebijakan sepele, tapi sangat urgen.

“Itu mengingat Kita Batu sudah dinobatkan sebagai Kota Wisata terbaik. Sehingga, tak lengkap bila berkunjung ke Jawa Timur tak mampir di Kota Batu,” tandasnya. (Gus)