Pemkot Malang Kebut Persiapan Infrastruktur Strategis, Drainase dan Proyek LSDP Samaan Jadi Prioritas

Pj. Sekda Kota Malang, R. Dandung Djulharjanto
Pj. Sekda Kota Malang, R. Dandung Djulharjanto

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus menggenjot persiapan pembangunan infrastruktur strategis di wilayahnya. Dua fokus utama yakni penataan drainase perkotaan dan program pengelolaan sampah LSDP (Local Service Delivery Improvement Project) di kawasan Samaan.

Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, R. Dandung Djulharjanto, menyampaikan bahwa koordinasi dan penyiapan regulasi saat ini terus dikebut agar pengerjaan fisik dapat segera dimulai.

“Untuk proyek fisik yang melibatkan koordinasi bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), proses persiapan melalui konferensi video telah berjalan. Sudah, sudah ada dalam zoom,” ujar Dandung, Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan, dalam skema tersebut pemerintah daerah pada prinsipnya hanya berperan sebagai penyedia lahan. Sementara untuk desain engineering, perencanaan, pelaksanaan konstruksi, hingga pengawasan teknis berada di bawah kementerian terkait.

“Karena dari pemerintah daerah itu hanya menyediakan lahan saja, terkait dengan perencanaan, pelaksanaan konstruksi, pengawasan, dan lain sebagainya dari kementerian teknis,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkot Malang berupaya agar tahapan konstruksi fisik dapat dimulai pada akhir tahun ini apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi.

“Diupayakan di bulan Desember ini nanti kalau memang itu sudah betul-betul memenuhi syarat, diupayakan nanti antara Desember atau Januari sudah mulai pekerjaan,” tambahnya.

Terkait kesiapan lahan, Dandung memastikan progresnya sudah mencapai tahap akhir dan menyisakan penyelesaian dokumen tata ruang.

“Kalau kesiapan lahannya kita sudah siap sekitar 90%. Tinggal RKAKPR-nya saja, nanti RKAKPR-nya oke, clear,” tuturnya.

Selain program strategis bersama kementerian, Pemkot Malang juga memfokuskan prioritas pembangunan ke depan pada perbaikan sistem drainase untuk mengantisipasi genangan air. Titik pengerjaan akan disesuaikan dengan master plan drainase yang ada dan dievaluasi secara berkala sesuai ketersediaan anggaran daerah.

“Tetap kita patokannya di sana, sambil kita lakukan evaluasi terhadap implementasi dari master plan drainase itu sendiri. Dalam pelaksanaannya setiap tahun itu sesuai plekan, karena ada faktor-faktor ketersediaan anggaran, macam-macam,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk kelanjutan program LSDP penanganan persampahan di kawasan Samaan, progresnya saat ini masih terus berjalan dan dikoordinasikan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Jakarta. Proyek tahap awal ini didukung pendanaan pemerintah pusat senilai lebih dari Rp31 miliar, ditambah alokasi dana pendamping pada APBD Perubahan.

Dalam kesempatan yang sama, Pj. Sekda juga memastikan insiden kebakaran yang sempat terjadi tidak berdampak signifikan terhadap keberlanjutan program pembangunan. Peristiwa tersebut murni dipicu human error dan bukan karena kegagalan sistem.

“Alhamdulillah ini kan sudah bisa tertangani dengan teman-teman, yang titik apinya semakin berkurang,” pungkasnya. (lil).

Baca Juga:

  • Wali Kota Malang Apresiasi Dispendukcapil Raih WBBM, Dorong Perangkat Daerah Tingkatkan Kualitas Pelayanan
  • DPRD Kota Malang Tekankan Prioritas, Belanja Daerah Naik 6% Jadi Rp2,62 Triliun
  • DPRD Desak Pemkot Malang Segera Isi 5 Jabatan OPD yang Masih Plt
  • Perkuat Sistem Merit, Wali Kota Wahyu: Karier ASN Pemkot Malang Berdasarkan Talenta