Penguatan Ketahanan Keluarga berbasis Kebangsaan, IMTAQ dan IPTEK 

5 September 2019 - 13:57 WIB

Oleh Deshandra Yusuf Siswan Atmadja 

Di era globalisasi seperti ini, penting sekali kiranya membentengi keluarga dari ancaman dampak perkembangan kemajuan informasi dan teknologi. Semuanya serba digital dan serba canggih. Era 1990 an kita masih menggunakan perangkat telepon umum untuk berkomunikasi dengan rekan sejawat atau keluarga. 

Dan, di era yang sama pula kita berkirim kabar dengan kawan kita yang berada di daerah berbeda dengan menggunakan surat pos, di era yang sama pula ketika kita ingin mengakses informasi Internet, kita akan mendatangi Warung Internet (Warnet) yang pada saat itu masih jarang dan sekarang hampir setiap rumah atau public facilities menyediakan koneksi Internet gratis bagi penggunanya.

Fasilitas apapun berkembang sangat cepat, Perkembangan dunia digital pun demikian. Saat Indonesia baru saja merasakan 4G, di belahan dunia lain sudah mengenalkan 5G. 

Dampak Modernisasi dan Globalisasi, tentu sangat berpengaruh terhadap perkembangan budaya dan sosial masyarakat, Penanaman karakter berbasis Iman Taqwa dan Penguatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menjadi kunci agar kita dapat survive  di tengah kemajuan seperti ini. 

Banyak orang yang menggunakan kemajuan teknologi untuk merugikan orang lain. Beberapa waktu silam dunia perbankan dihebohkan dengan pencurian berbasis teknologi yang dikenal dengan skimming. 

Skimming adalah tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu secara ilegal. Pelaku bisa mendapatkan data nomor kartu kredit atau debit korban dengan menggunakan perangkat elektronik kecil (skimmer) untuk menggesek kartu lalu menyimpan ratusan nomor kartu kredit korban. 

Kartu baru hasil klona memungkinkan para pelaku untuk mengeluarkan uang dari rekening secara biasa. Hal itu adalah dampak dari kemajuan teknologi tetapi merugikan masyarakat.

 Seharusnya kemajuan teknologi menjadi jalan untuk membantu urusan manusia, bukan merugikan. Salah satu contoh dampak kemajuan teknologi yang baik adalah berkembangnya Bisnis Ojek. Aplikasi yang memudahkan para pengguna ojek dimanapun dan kapanpun.

Mereka bisa menggunakannya, hampir semua fasilitas penunjang kebutuhan masyarakat ada dalam aplikasi tersebut. Kita ingin makan siap saji? Bisa pesan layanan ojek makanan.

 Kita ingin layanan Pijat? Bisa pesan layanan massage dan layanan penunjang lainnya. Nah inilah yang bisa kita katakan sebagai dampak positif dari perkembangan teknologi. 

Perkembangan teknologi dan dunia saat ini berlangsung sangat cepat, Tentu hal itu akan menyasar seluruh lapisan masyarakat, terlebih lingkungan paling kecil kita yaitu keluarga. Mengapa harus keluarga? Karena kita menyadari bahwa keluarga adalah pilar bangsa, kepadanya kita titipkan generasi penerus bangsa. 

Perlu adanya sistem yang bagus untuk membentengi keluarga kita agar tidak terjebak dalam arus negatif kemajuan teknologi tersebut. Keluarga haruslah dibekali dengan Semangat Kebangsaan, Keagamaan, Sosial dan Penguasaan Teknologi Informasi. Bagaimana Caranya? 

Penanaman nilai-nilai Kebangsaan, keagamaan dan sosial menjadi hal penting dalam keluarga tentang bagaimana cara bersikap dan berperilaku dari seluruh anggota keluarga terhadap segala bentuk kemajuan yang ada. Keluarga harus menanamkan nilai-nilai cinta tanah air. Nilai-nilai akan kemanusiaan,  bagaimana cara menghormati orang yang lebih tua, bagaimana cara menghargai orang yang berbeda keyakinan dengan kita maupun bagaimana cara menghargai perbedaan yang timbul dari konsekuensi manusia sebagai makhluk sosial. 

Penanaman arti dari sebuah kebhinekaan, sejarah berdirinya bangsa Indonesia, bersikap toleran dan adil sejak dalam pikiran dan sebagainya. Penanaman nilai-nilai keagamaan dengan cara mengajarkan anggota keluarga untuk selalu menjalankan apa yang diajarkan dalam agama dan keyakinan masing-masing individu.

Internalisasi nilai-nilai akhlak, memberikan teladan dan pemahaman terhadap anggota keluarga mengenai keberagaman (diversity) antar individu. Mengajarkan nilai kebangsaan dan keagamaan menjadi penting di tengah perkembangan dunia yang begitu pesat dan melihat Indonesia adalah negara yang majemuk. 

Penguatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) menjadi penting karenanya era sekarang adalah era dimana kita hanya bisa berkompetisi dengan Intelektual dan Teknologi, tidak seperti zaman dulu. Kompetisi menggunakan Bambu Runcing, hal yang menjadi penting bagaimana menjadi ahli perang gerilya dan bagaimana caranya merebut kekuasaan lawan dengan pertempuran. 

Eranya berbeda. Seperti apa kira-kira nilai yang harus ditanamkan oleh anggota keluarga terkait dengan IPTEK tersebut? Dalam konteks ini, saya kira perlu untuk memberikan pendidikan yang layak dan terbaik terhadap anggota keluarga kita.

Itu karena dari pendidikan tersebut, kemampuan mereka terus diasah. Menjadikan mereka mengerti tentang kemajuan dunia dan mengerti bagaimana caranya agar mereka tetap survive dalam kemajuan tersebut. Tentu peran serta seluruh anggota keluarga sangat dibutuhkan agar mereka tetap pada jalan yang benar dan sesuai dengan harapan keluarga tersebut. 

Terdapat beberapa hal yang menjadi penyebab lemahnya ketahanan keluarga. Pertama, tidak adanya teladan di dalam keluarga tersebut. Teladan ini dapat diberikan oleh Orang Tua atau anggota keluarga yang lain, Keteladanan bagaimana memposisikan diri sebagai bagian dari keluarga, maka tak jarang kita temui banyak anggota keluarga yang tidak bisa menghargai anggota keluarga yang lain, mereka saling bermusuhan dan saling menyalahkan jika ada masalah. Inilah peran penting sosok keteladanan yang baik. Jika sosok teladan tersebut ada, maka anggota keluarga yang lain pun mengikuti keteladanan tersebut.   

Kedua, Tidak adanya filter budaya dan gaya hidup dalam keluarga. Tak jarang banyak keluarga yang terpapar aliran budaya yang tidak cocok diterapkan di Indonesia, seperti terpapar radikalisme, hal ini sangat membahayakan jika terdapat anggota keluarga yang terkena paparan tersebut, perlu kiranya anggota keluarga untuk saling mengingatkan dan memberikan contoh yang baik dalam bertindak dan bersikap. Gaya hidup yang hedonism juga merugikan dari segi finansial, keluarga akan mengeluarkan biaya yang sangat besar hanya untuk memenuhi kebutuhan yang seharusnya tidak dibutuhkan.

Ketiga, Lemahnya Kontrol dan Pembinaan dari Orang Tua, Kontrol dan Pembinaan yang dimaksud adalah  memperhatikan setiap hal yang terjadi oleh anggota keluarga, jika yang dilakukan adalah benar dan baik, maka perlu diberikan apresiasi yang layak dan jika yang dilakukan adalah sesuatu yang salah, maka perlu diberikan peringatan agar menjadi benar dan baik. 

Ketahanan Keluarga dapat dicapai dengan beberapa aspek yang harus dipenuhi: 

  1. Penguatan Nilai 

Penguatan Nilai-Nilai yang harus dipatuhi oleh setiap anggota keluarga antara lain Nilai-nilai Kebangsaan, Keagamaan, Sosial dan Penguatan Intelektual dan Teknologi, Peran seluruh anggota keluarga menjadi penting. Orang tua sebagai orang yang bertanggung jawab dalam keluarga dapat mengajarkan nilai-nilai tersebut, Jika anggota keluarga sudah memiliki pondasi yang kuat akan nilai-nilai tersebut maka dapat dipastikan keluarga tersebut memiliki karakter yang baik. 

  1. Penguatan Ekonomi 

Aspek inilah yang sering menjadi penyebab runtuhnya ketahanan keluarga, Permasalah  eknomi harus menjadi kewajiban setiap anggota keluarga untuk turut serta dalam penguatan ekonomi tersebut, Sandang, Pangan dan Papan harus dipenuhi. Orang tua berkewajiban untuk mencari nafkah yang halal bagi anggota keluarga yang lainnya. 

  1. Penguatan dalam menghadapi masalah dan Mampu untuk menyelesaikannya 

Tidak ada satu manusia yang terhindar dari permasalahan. Masalah ada untuk menguatkan individu tersebut, maka dengan adanya masalah tersebut kita bisa melakukan evaluasi diri. Keluarga yang mampu menghadapi masalah dan mampu menyelesaikannya dengan baik akan berdampak positif, seperti menumbuhkan rasa solidaritas antar anggota keluarga bahwa yang dirasakan adalah masalah yang sama, maka dari itu dibutuhkan sumbangsih dari anggota keluarga yang lain untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut. 

Oleh Karena keluarga adalah lingkungan terdekat dari masing-masing individu perlu kiranya memiliki nilai-nilai yang harus dipatuhi oleh semua anggota keluarga agar tercipta sebuah ketahanan keluarga. Nilai-nilai yang harus dipatuhi ini tentu harus didasarkan pada pondasi yang kokoh dan paling penting adalah keteladanan dari peran orang tua. 

Hal ini menjadikan setiap anggota keluarga tidak mudah mengabaikan nilai-nilai tersebut. Mengajarkan Nilai-Nilai Kebangsaan, Keagamaan dan Penguatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menjadi penting. Sebab disanalah generasi penerus bangsa dilahirkan. (*) 

   

Penulis    : Deshandra Yusuf Siswan Atmadja, S.H. 

Asal        : Surabaya 

Instansi    : Pengurus Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia,  Daerah Istimewa Yogyakarta (DPC PERMAHI DIY) 

Contact Person: 085745482697