Permudah Masyarakat, BPN Deklarasikan Program Tri Juang

25 September 2020 - 13:28 WIB
Para pejabat Pemkab Gresik bersama pejabat BPN saat meluncurkan program Trijuang

GRESIK (SurabayaPost.id) – Demi memudahkan masyarakat mendapat berbagai informasi terkait identifikasi bidang tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik mendeklarasikan program Tri Juang. Program itu dideklarasikan BPN Gresik bersama Pemerintah Desa, Pemkab Gresik.

Hal tersebut, disampaikan Kepala BPN Gresik Asep Heri, Jumat (25/9/2020). Menurut Asep kedepannya masyarakat Kabupaten Gresik tak perlu repot. Itu jika membutuhkan berbagai informasi tentang identifikasi bidang tanahnya.

“Sebab Pemkab Gresik, Kantor Pertanahan/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik bersama pemerintah desa, berkomitmen mensukseskan program pertanahan nasional dengan nama Trijuang,” katanya.

Terkait dengan program berbasis teknologi ini , menurut dia, diyakini bakal memudahkan masyarakat ketika mengidentifikasi bidang tanah, karena disitu.

” Akan ada data lengkap mulai status, batas, luas, zona, nilai tanah dan penggunaan tanah yang bisa diketahui,” paparnya.

Yang perlu diketahui, dalam pelaksanaan program tersebut, ditandai dengan bunyi sirine deklarasi, itu dilakukan dalam persiapan Trijuang dalam rangka mensukseskan program strategis nasional di Bidang Pertanahan.

“Prosesinay diikuti oleh sejumlah 47 kepala desa (Kades) dari dua kecamatan.Kecamatan Sedayu dan Dukun, yang disaksikan oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) setempat,” tandasnya.

Lantas, tandas dia, untuk percontohan awal, dari sejumlah 47 desa dan 2 kecamatan tersebut, menurutnya yang akan didaftarakan dalam program Trijuang sesuai deklarasi bersama.

“Mereka merupakan desa binaan kami Kantor Pertanahan Gresik, yang memang sudah disiapkan,” ujar Asep.

Kemudian dengan keterlibatan masyarakat melalui pemerintah desa,lanjut dia, akan memudahkan pihaknya melakukan sertifikasi tanah. Yang menurutnya kedepan dapat tercipta data bidang tanah yang lengkap dan akurat.

“Meski yang sudah bersertifikat atau belum. Program Trijuang ini akan menjadikan data pertanahan di Kabupaten Gresik menjadi lengkap. Hal itu untuk bisa membantu dan mewujudkan pembangunan pemerintah daerah lebih maju dari berbagai aspek,” terangnya.

Dari semua itu, terang dia, terdapat sejumlah 50 ribu bidang tanah yang ditargetkan 3 bulan kedepan. Itu harus bisa rampung proses pemasangan tanda batas bidang tanah yang sudah didaftarkan sebagai wujud digitalisasi program masa depan pemerintah.

“Pemasangan tanda batas kita lakukan serentak hari ini, Jumat ,tiap desa kita siapkan sejumlah 150 ribu patok batas agar proses bisa berjalan maksimal,” harpanya.

Dengan demikian, Asep mengaku sangat mengapresiasi dukungan dari Pemkab Gresik, dan Kanwil BPN Provinsi Jatim, bersama pemerintah desa yang sudah mendukung Trijuang dengan tujuan membantu masyarakat dalam memperoleh kepastian hukum tanah.

“Harapan kami seluruh tanah baik di darat maupun di kepulauan bisa terdata dan terinventarisir. Terima kasih atas dukungan Pemkab Gresik serta bimbingan Kanwil BPN Jatim,” timpalnya.

Semebtara itu, Bupati Gresik Sambari meyakini, Trijuang bisa mengakomodir seluruh pendaftaran tanah di Kabupaten Gresik. Untuk itu, dia ingin dalam prosesnya nanti pihak BPN bisa mensederhanakan administrasi dan beban biaya agar masyarakat tidak berat pendanaan dan ada kemudahan.

“Program ini pasti sangat membantu, semoga permasalahan tanah yang ada di Kabupaten Gresik bisa terselesaikan. Tolong dukungan semua pihak, terutama pemerintah desa bekerjalah dengan sungguh-sungguh agar bisa berjalan lancar,” harapnya.

Diwaktu yang sama penggagas Trijuang Kepala Kanwil BPN Propinsi Jawa Timur, Jonahar mengatakan, sinergi memang menjadi kunci kesuksesan program unggulan ini. Dengan begitu, ia mengapresiasi kekompakan Pemda dan BPN Gresik.

“Saya yakin program Trijuang di Gresik bisa sukses. Nampak dukungan dari semua pihak terasa dalam deklarasi saat ini. Bila saja salah satu tidak mendukung, niscaya program ini tidak bisa terlaksana,” tegasnya.

Yang perlu diketahui, prosesi giat tersebut, juga diisi dengan peresmian ruang media sosial dan membuat podcast bersama di salah satu ruang yang ada pada Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik. (Gus)