Raih ISO 17025, Kini Labkesda Tunggu Hasil Akreditasi Kemenkes

9 December 2018 - 09:48 WIB
Kepala Dinkes Kota Malang Dr dr Asih Tri Rachmi
Kepala Dinkes Kota Malang Dr dr Asih Tri Rachmi

MALANG (SurabayaPost.id) – Gebrakan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang dinaungi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang patut diacungi jempol. Terlebih kini sedang mempersiapkan untuk perolehan akreditasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kepala UPT Labkesda Kota Malang, Agus Widodo yang mendampingi Kadinkes Dr dr Asih Tri Rachmi MM mengatakan jika belum lama ini pihaknya mengikuti dua akreditasi. Yakni akreditasi ISO 17025 dan akreditasi Kemenkes.

“Jadi, Kami ikut dua itu, dan yang akreditasi ISO 17025 kami sudah mendapatkan sejak satu bulan yang lalu. Itu kan sertifikatnya secara internasional, dan sudah diketahui oleh perusahaan-perusahaan asing,” paparnya.

Sebagaimana diketahui bahwa standard ISO sendiri adalah salah satu standar internasional dalam sebuah Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang digunakan untuk mengukur mutu organisasi.

Standard ISO memegang peranan penting dalam mengukur bagaimana kredibilitas perusahaan yang ingin bersaing secara global dan juga adalah salah satu cara untuk meningkatkan sistem manajemen mutunya.

ISO 17025 merupakan sebuah standar yang diakui secara internasional. Sehingga hasil pengujian dan kalibrasi yang dilakukan oleh laboratorium yang telah memiliki sertifikasi ISO 17025 dapat dengan mudah diakui oleh berbagai pihak di seluruh dunia.

Sedangkan untuk akreditasi dari Kemenkes baru akan diuji pada pekan depan. “Nantinya ada survey pekan depan, semoga hasilnya lancar untuk tahun ini,” tuturnya.

Bahkan persiapan untuk Akreditasi Kemenkes pun sudah hampir selesai dan tinggal mengatur tempat untuk penyusunan acara.

“Untuk akreditasi ini dari Jawa Timur terpilih dua Kota, yakni Kota Malang dan Gresik. Harapannya dengan dua akreditasi itu bisa memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia pun memaparkan bahwasanya untuk memperoleh akreditasi dan sertifikasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) ternyata tak mudah. Mulai dari petugas harus sudah terlatih di uji kompetensi hingga peralatan medis milik Labkesda yang harus terkalibrasi.

“Untuk mendapatkan sertifikasi KAN itu memang lebih sulit menurut saya, karena mereka ada butir-butir yang harus dipenuhi artinya itu detail banget,” tambahnya.

Namun, dengan adanya KAN ada beberapa keuntungan, yakni dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, kedua meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Karena semakin banyak yang memeriksakan ke sini maka akan meningkat juga sumbangsih kami ke Pemerintah Kota Malang,” katanya.

“Untuk hasil Akreditasi Kemenkes kami optimis, karena kami sudah KAN dan sudah mendapatkan Akreditasi ISO,” pungkasnya yakin. (drz)