Resmi Dilantik Jadi Rektor UM, Prof Hariyono Sampaikan Program Prioritas

26 October 2022 - 15:32 WIB
Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Hariyono memberikan keterangan kepada wartawan (ft.cholil)
Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Hariyono memberikan keterangan kepada wartawan (ft.cholil)

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Resmi dilantik menjadi Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, menyampaikan program prioritas. Selain itu, Prof Hariyono juga bertekad memberikan perubahan pemahaman kepada internal, bahwa saat ini sudah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

Sebagai PTNBH, tidak saja dituntut menggunakan serapan anggaran dan pertanggungjawabannya, namun juga harus bisa menciptakan peluang resapan anggaran.

“Jadi beda dengan BLU dulu, diukur dari berapa penyerapan anggaran. Namun, saat kita harus membuat resapan anggaran. Yakni, bagaimana mengelola dan mengembangkan potensi di UM, terkait income generating. Meningkatkan konsolidasi ke dalam,” terang Rektor UM, Prof Hariyono, saat ditemui usai pelantikan di gedung Graha Cakrawala UM, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Rabu (26/10/22).

Selain itu, pihaknya mengajak seluruh civitas akademika, bahwa sebagai bagian dari Perguruan Tinggi, modal utamanya adalah intelektual. Karena itu, di dalam proses interaksi di dalam dan keluar lebih menonjolkan pada dimensi intelektual.

Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof Hariyono dan mantan rektor UM, Prof Rofiudin, pose bersama civitas akademika UM (ft.cholil)
Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof Hariyono dan mantan rektor UM, Prof Rofiudin, pose bersama civitas akademika UM (ft.cholil)

Dimensi guru sebagai pendidik masih sangat kuat. Tidak hanya sebagai guru kelas atau bidang study, namun juga peradaban. Untuk itu, harus mengembangkan kapasitas belajar. Yang kita pelajari saat ini, 5 tahun mendatang, bisa berbeda. Menyiapkan alumni, sesuai tantangan yang dihadapi dengan segala perubahannya.

“Karena saat ini, sumber belajar, tidak hanya didapat dari ruang kelas. Namun, bertebaran di dunia, baik fisik maupun digital. Pembelajaran berbaziz digital, bisa dilakukan secara maksimal. Termasuk layanan edukasi dan pembelajaran sampai tema penelitian, di ruang digital,” lanjutnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya juga akan mengembangkan Laboratorium yang dimiliki, untuk pengembangan keilmuan tidak saja untuk warga UM, namun juga bisa untuk publik. Sehingga bisa salah satu income dari sisi keilmuan sarana prasana, selain dari para mahasiswa. Berkoordinasi dengan Lembaga Pengembangan Penelitian Masyarakat (LP2M).

Suasana pelantikan dan serah terima jabatan Rektor Universitas Negeri Malang (UM) dari Prof Rofiudin kepada Prof Hariyono di gedung Graha Cakrawala UM (ft.cholil)
Suasana pelantikan dan serah terima jabatan Rektor Universitas Negeri Malang (UM) dari Prof Rofiudin kepada Prof Hariyono di gedung Graha Cakrawala UM (ft.cholil)

Gerakan worldclass university, salah satu indikator adalah produksi penelitian. Ketika ditulis dalam bahasa asing, siapa yang bisa memanfaatkan.

“Karena itu, kami mendorong untuk produktif karya ilmiyah, namun ada resume Bahasa Indonesia. Sehingga masyakat kita sendiri, juga dengan mudah mengakses temuan temuan penelitian,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) UM, Erik Setyo Santoso, S.T., M.T. mengucapkan selamat atas pelantikan Rektor.

Ia berharap, dalam 5 tahun mendatang, UM menjadi Perguruan Tinggi rujukan segi ilmu pengetahuan dan teknologi. UM memiliki kekuatan yang menjadi pondasi.

“Keunggulan riset, menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dunia, kita memiliki Rektor baru untuk menjadikan UM yang Unggul. Mememajukan masyarakat Kota Malang, serta Indonesia. Menjadi guru bangsa dan dunia,” tuturnya.

Perlu diketahui, dalam pelantikan dan serah terima jabatan (Sertijab) rektor UM, dari rektor lama Prof Rofiudin kepada rektor baru Prof Hariyono, dihadiri Panglima Kostrad, Walikota Malang, Drs Sutiaji. Selain itu, Walikota Batu, Dewanti Rumpoko, Pimpinan Forkopimda Malang Raya serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Ketua DPRD Kota Malang. (Lil)