SAE L’SIMA Ngajum Tanam 1.000 Bibit Kopi dan Kedelai, Libatkan Murid SD Belajar Ketahanan Pangan

SAE L’SIMA Ngajum Tanam 1.000 Bibit Kopi dan Kedelai, Libatkan Murid SD Belajar Ketahanan Pangan. (Sumber L'SIMA).
SAE L’SIMA Ngajum Tanam 1.000 Bibit Kopi dan Kedelai, Libatkan Murid SD Belajar Ketahanan Pangan. (Sumber L'SIMA).

MALANG (SurabayaPost.id) – Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’SIMA Ngajum kembali mengoptimalkan lahan produktif. Sebanyak 1.000 bibit kopi robusta dan 20 kilogram benih kedelai ditanam di lahan seluas dua hektare, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan penanaman ini melibatkan jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur yang diwakili Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal, Efendi Wahyudi, Kepala Lapas Kelas I Malang Christo Victor Nixon Toar beserta jajaran, serta warga binaan SAE L’SIMA.

Yang membuat istimewa, kegiatan kali ini juga melibatkan 20 murid SDN 2 Maguan bersama lima guru pendamping dan Kepala Sekolah Yanti Hartini. Para murid tidak hanya outing class, tetapi terjun langsung menanam bersama warga binaan. Suasana gotong royong dan edukatif pun terlihat kental.

Mewakili Kakanwil Ditjenpas Jatim, Efendi Wahyudi mengatakan penanaman ini merupakan upaya optimalisasi lahan SAE L’SIMA agar terus produktif dan memberi manfaat nyata. Bibit diperoleh melalui kerja sama dengan Kementerian Pertanian melalui BRMP Aneka Kacang di Kendalpayak.

“Penanaman kopi robusta dan kedelai ini bagian dari upaya mengoptimalkan lahan SAE L’SIMA agar semakin produktif. Kegiatan ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan, sekaligus menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan pertanian,” ungkap Efendi.

Ia berharap pengelolaan lahan berkelanjutan ini dapat meningkatkan produktivitas sekaligus membentuk kemandirian warga binaan.

Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, menyebut keterlibatan murid SD menjadi nilai tambah. Jika sebelumnya kunjungan sekolah lebih banyak dalam bentuk pengenalan lingkungan, kali ini anak-anak merasakan langsung proses menanam.

“Ada hal istimewa karena kami mengajak murid SDN 2 Maguan terlibat langsung menanam kopi dan kedelai bersama warga binaan. Anak-anak bisa merasakan sendiri proses menanam sekaligus belajar pentingnya pertanian dan ketahanan pangan,” tutur Christo.

Menurutnya, SAE L’SIMA tidak hanya menjadi sarana asimilasi dan edukasi masyarakat, tetapi juga harus menjadi laboratorium belajar bagi siapa saja untuk bertumbuh dan berkembang.

“Momen warga binaan bergotong royong bersama anak-anak ini menunjukkan pembinaan juga bisa menghadirkan pengetahuan, pengalaman positif, dan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Keterlibatan murid mendapat sambutan positif dari Kepala SDN 2 Maguan, Yanti Hartini. Ia mengapresiasi Lapas Kelas I Malang yang telah memberikan ruang belajar di luar kelas.

“Ini pengalaman yang sangat berharga karena anak-anak dapat mengetahui secara langsung bagaimana proses penanaman dilakukan, bukan sekadar dari buku. Pengalaman seperti ini mengenalkan anak-anak pada dunia pertanian dan pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Yanti.

Ia berharap kegiatan edukatif seperti ini terus berlanjut agar anak-anak memperoleh lebih banyak pengalaman belajar yang bermanfaat.

Melalui penanaman ini, SAE L’SIMA Ngajum terus mengembangkan potensi lahan pertanian sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus pembinaan keterampilan warga binaan. Kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan keterlibatan masyarakat menjadi wujud sinergi memperluas manfaat program pemasyarakatan sebagai ruang tumbuh bagi warga binaan dan masyarakat. (lil).

Baca Juga:

  • Warga Binaan Lapas Kelas I Malang Tanam Edamame di SAE Ngajum
  • Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Berencana Kunjungi L’SIMA Ngajum
  • Lapas Malang dan UM Gelar Panen Edamame dan Lele, Sinergi untuk Ketahanan Pangan
  • SAE L’SIMA Ngajum, Siap Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional