Sesalkan Kantor KPAD Tak Terawat, Ketua Komisi C: Itu Aset Pemerintah

7 January 2019 - 16:37 WIB
Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Didik Mahmud
Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Didik Mahmud

BATU (SurabayaPost.id) – Ketua Komisi C, DPRD Kota Batu, Didik Mahmud menyesalkan kondisi  Kantor Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD), di Jalan Sultan Agung Kota Batu yang tak terawat. Pemkot Batu dalam hal ini Dinas terkait diminta tanggap terhadap kondisi tersebut.

“Kantor KPAD itu dibangun dengan uang negara. Itu aset pemerintah. Sudah dibangunkan,  tak dirawat,” kata Didik Mahmud, politisi dari Partai Golkar ini, Senin (7/1/2019).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Kota Batu, Hadis mengaku prihatin dengan kondisi kantor KPAD itu. Alasannya, kantor yang ada di pinggir jalan raya itu dibiarkan mangkrak tak terawat. Sehingga banyak rumput dan tanaman liar merambat di kantor KPAD tersebut.

Keprihatinan Hadis itu, menurut Didik Mahmud merupakan  hal yang wajar. Sebab, dia yakin semua warga Kota Batu juga akan  merasa kesal bila melihat kantor yang tak dirawat itu.

Menurut dia, Kantor KPAD itu tak difungsikan karena penderita penyakit AIDS di kota Batu diyakini tidak ada. Namun,  tegas Ketua DPD Partai Golkar Kota Wisata Batu ini, bukan berarti sarana dan prasarananya tak dirawat, dan dibiarkan terbengkalai.  

“Itu tidak benar dan tak bisa dibenarkan. Bagian Aset Pemkot Batu seharusnya paham soal itu. Sebab, meski tak ditempati tetap harus dijaga dan dirawat. Jangan menunggu protes dari warga,” tegas dia.

Menurut dia, Bagian Aset seharusnya menugaskan petugas yang bisa menjaga dan merawatnya. Membersihkan dan merapikan kondisi kantor KPAD tersebut. 

“Kalau tidak ada orang yang terjangkit Aids, tidak  bisa dijadikan alasan. Sebab, tidak elok kalau KPAD tersebut terlihat kumuh dan dibiarkan begitu saja tanpa dijaga kebersihannya,” kata dia.

Karena itu dia meminta agar dinas terkait yang menjadi leading sektornya segera mengambil sikap terkait kasus tersebut.  “Masak nunggu ada kritikan dari warga lewat media massa baru bergerak,” sindir Didik Mahmud. (gus)