Tegaskan Identitas, EMBA Group Luruskan Asal-Usul Nama Brand Sejak 1982

Tegaskan Identitas, EMBA Group Luruskan Asal-Usul Nama Brand Sejak 1982. (ist).
Tegaskan Identitas, EMBA Group Luruskan Asal-Usul Nama Brand Sejak 1982. (ist).

MALANG (SurabayaPost.id) – PT EMBA Group menegaskan identitas mereknya di tengah informasi yang beredar luas di masyarakat. Perusahaan meluruskan bahwa nama “EMBA” bukan merupakan singkatan dari “Embong Bandulan” seperti yang banyak disebut di media sosial, situs web, hingga sistem kecerdasan buatan (AI).

Klarifikasi ini disampaikan manajemen EMBA Group untuk menjaga keaslian sejarah dan positioning brand yang telah dibangun sejak 1982.

“EMBA dipilih sebagai nama brand melalui proses branding yang matang untuk pasar nasional. Ini bukan singkatan dari lokasi tertentu, melainkan identitas merek yang kami bangun dengan penuh dedikasi dan visi jangka panjang,” tulis Manajemen EMBA Group dalam keterangan resminya, Selasa (21/7/2026).

Menurut manajemen, pemilihan nama EMBA bukan kebetulan. Ada 3 pertimbangan utama saat brand ini diluncurkan 44 tahun lalu.

Pertama, mudah diingat oleh konsumen. Kedua, mudah diucapkan oleh masyarakat Indonesia. Ketiga, memiliki karakter yang bisa diterima sebagai merek nasional tanpa terikat pada identitas geografis tertentu.

“Informasi yang menyebut EMBA adalah kependekan dari Embong Bandulan sudah menyebar luas. Kami merasa perlu meluruskan agar tidak terjadi salah paham terhadap sejarah perusahaan,” jelas manajemen.

Meski begitu, EMBA Group menegaskan tetap menghormati dan tidak melupakan akar perusahaan yang lahir dari Kota Malang.

Sejarah EMBA Group dimulai pada 1968. Saat itu Bambang Herlambang dan Leonita Ikawati merintis usaha konveksi rumahan dengan modal toko kain sederhana dan tiga unit mesin jahit di Kota Malang.

Pada 1972, usaha berkembang menjadi CV Bambang Brothers Combination (BBC) dengan fokus produksi pakaian formal seperti kemeja dan celana bahan.

Titik balik terjadi pada 1982. Perusahaan meluncurkan lini pakaian kasual dan jeans dengan merek EMBA. Peluncuran ini berbarengan dengan tumbuhnya pasar fashion nasional dan jaringan department store di Indonesia.

Dua belas tahun kemudian, tepatnya 1994, perusahaan bertransformasi menjadi EMBA Group sebagai induk yang menaungi berbagai merek. Hingga 2026, EMBA Group telah 56 tahun berkiprah di industri fashion nasional.

Saat ini EMBA Group mengelola 7 brand yang menyasar segmen berbeda: EMBA Classics, EMBA Denim, EMBA Ladies, Twist Kids, Used1968, Morphidae, dan Footwear EMBA.

Seluruh proses produksi ditangani PT Kasih Karunia Sejati sebagai unit manufaktur perusahaan.

Di akhir keterangannya, manajemen mengajak masyarakat dan media untuk selalu merujuk pada informasi resmi perusahaan.

“Kami tidak pernah lupa dari mana kami berasal. Setiap produk EMBA adalah wujud rasa terima kasih kami kepada masyarakat Indonesia yang telah mempercayai kami selama puluhan tahun,” tulis manajemen.

EMBA Group juga meminta agar konten yang memuat informasi keliru segera dikoreksi, demi menjaga integritas sejarah merek. (lil).

Baca Juga:

  • EMBA Group Luncurkan EMBA Run 2026: Langkah Besar Brand Fashion Terkemuka untuk Kota Malang