MALANGKOTA (SurabayaPost.id) — Anggota DPRD Kota Malang Rendra Masdrajad Safaat menghadirkan program Lapor Ji sebagai kanal pengaduan bagi warga. Program ini dibuat untuk menjembatani keluhan masyarakat terkait pelayanan publik, lingkungan, fasilitas umum, hingga persoalan sosial agar sampai ke pihak berwenang.
Hingga September 2026, Lapor Ji telah menerima sekitar 1.000 laporan dari warga Kota Malang. Dari jumlah itu, sekitar 80 persen telah berhasil diselesaikan atau ditindaklanjuti.
Bagi Rendra yang juga anggota Komisi C DPRD Kota Malang dari Fraksi PKS, angka tersebut bukan sekadar capaian.
“Lapor Ji ini kami buat karena banyak persoalan warga yang sebenarnya sederhana, tetapi kadang bingung harus disampaikan ke mana. Kami mencoba menjadi jembatan agar laporan tersebut bisa diteruskan dan dikawal,” kata Rendra di Malang, Selasa (2/9/2026).
Beragam aduan masuk ke Lapor Ji. Mulai dari jalan rusak, lampu PJU mati, sampah menumpuk, kendala administrasi, hingga masalah sosial yang membutuhkan koordinasi lintas instansi.
Rendra bersyukur 80 persen laporan bisa dituntaskan. Namun ia mengingatkan, 20 persen sisanya tidak boleh diabaikan.
“Dari sekitar seribu laporan yang masuk, kurang lebih 80 persen sudah bisa diselesaikan. Tapi bagi saya, yang 20 persen juga tetap penting. Jangan sampai karena sulit ditangani kemudian dianggap selesai. Justru harus dilihat apa kendalanya,” ujarnya.
Menurutnya, aduan yang belum selesai biasanya terkendala anggaran, kewenangan, atau butuh waktu dan koordinasi antar OPD.
Ke depan, Lapor Ji tidak hanya difungsikan sebagai tempat mengadu. Data aduan juga akan dipakai untuk melihat pola masalah yang berulang, sehingga bisa menjadi bahan evaluasi dan usulan kebijakan di DPRD Kota Malang.
Rendra menekankan, peran serta warga penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Silakan warga menyampaikan apa yang dirasakan. Tidak harus menunggu persoalan menjadi besar. Semakin cepat dilaporkan, semakin cepat pula kita bisa mencari jalan keluarnya. Lapor Ji bukan tentang siapa yang salah, tetapi bagaimana persoalan warga bisa mendapatkan solusi,” pungkasnya. (lil)
