Tiga Tokoh Asal Sidayu Berebut Rekom DPP Golkar

12 November 2019 - 09:38 WIB

GESIK (SurabayaPost.id)–DPD Partai Golkar Kabupaten Gresik menjadi magnet sejumlah tokoh untuk maju sebagai kandidat bakal calon Bupati dan calon Wakil Bupati tahun 2020 di Kota Santri. Penjaringam calon yang dibuka sejak tanggal 3 Nopember dan akan berakhir 15 Nopember mendatang, sudah 8 orang Bacabup dan bacawabup yang mengambil dan mengembalikan formulir.

Ahmad Nadir (Ketua PPP Gresik) telah mengembalikan berkas pencalonannya ke Kantor DPD Golkar Gresik di Jalan Veteran, sebagai bakal Calon Bupati pada Senin (11/11). Naidir mengaku mengembalikan sendiri berkasnya karena merasa cocok chemistrinya dengan Golkar. Sebelumnya Nadir juga mengembalikan berkas ke PDIP dan Nasdem, namun diwakilkan oleh tim sukses.

Setelah Ahmad Nadir (Ketua PPP Gresik) mengembalikan berias pencalonannya ke DPD Partai Golkar, giliran Effendi Noer, pengusaha sarang burung walet asal Desa Bunderan, Kecamatan Sidayu yang mengambil formulir pencalonan sebagai Bupati Gresik.

Pendik panggilanya, mengaku telah mengantongi dukungan sekitar 10% dari unsur pengusaha. “Untuk sementara elektabilitas saya sekitar 10% dari unsur pengusaha. Jika saya dapat rekomendasi dari Golkar atau Parpol lainnya, saya akan bekerja lebih giat lagi.

Dilanjutkan Pendik, Gresik adalah kabupaten yang kaya. Namun, masih banyak hal-hal yang tidak tersentuh dan digarap secara maksimal oleh Pemerintahan saat ini, sehingga perlu pembenahan lebih lanjut. Setelah Pendik, giliran Suberi (anggota DPRD Gresik Partai Demokrat) mengambil formulir sebagai bakal calon Wakil Bupati Gresik di Kantor DPD Partai Golkar Gresik.

Suberi mengaku sudah pamit ke DPP Partai Demokrat untuk mencalonkan sebagai bakal Calon Wakik Bupati. Suberi mengaku mendapat dukungan dari almuni Pesantren Langitan dan sejumlah LSM. “Meski hanya mendapatkan 4 kursi di DPRD Gresik, saya optimis bisa running maju di Pilkada Gresik 2020,” ujarnya.

Selain dukungan dari Pesantren Langitan, Suberi mengaku mendapat dukungan dari Kepala-kepala Desa se Gresik. Suberi menilai, kepemimpinan 2 periode di Gresik sangat lemah dalam mensejahterakan masyatakat.
Berbeda dengan tokoh lainnya, Suberi datang ke Kantor DPD Golkar membawa 2 tumpeng.sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Allah bisa maju dalam bursa bakal calon wakil Bupati.

Selain para tokoh Parpol, tokoh pengusaha yang selama ini gencar maju sebagai calon dari jalur independen, Sueb Abdullah secara mengejutkan mengambil formulir sebagai bakal calon Bupati. Sueb mengaku tertarik mengikuti proses penjaringan di Golkar karena panggilan hati nurani.

“Saya sadar, maju sebagai calon Bupati butuh dukungan partai politik. Namun jika tidak mendapatkan rekomendasi dari Golkar, saya tetap akan maju dari jalur independen,” ungkapnya.

Sementara, Ketua DPD Partai Golkar Gresik, Ahmad Nurhamim meminta H. Pendik untuk memulai sosialisasi dengan calon pemilih. Pasalnya, kriteria utama mendapatkan rekomendasi DPP Partai Golkar adalah elektabilitas.

“Kita telah merekomendasikan 8 lembaga survei untuk membantu bakal calon dalam melihat elektabilitasnya,” ungkapnya. Diantara lembaga Survei tersebut, lanjut Nurhamim adalah Indikator Politik Indonesia, SMRC dan lain sebagainya.