4.000 Mahasiswa UMM Tutup KKN 2026 dengan 190 Inovasi untuk Desa, Teguhkan Semangat Kampus Berdampak

4.000 Mahasiswa UMM Tutup KKN 2026 dengan 190 Inovasi untuk Desa, Teguhkan Semangat Kampus Berdampak. (ist).
4.000 Mahasiswa UMM Tutup KKN 2026 dengan 190 Inovasi untuk Desa, Teguhkan Semangat Kampus Berdampak. (ist).

MALANG (SurabayaPost.id) — Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) penuh sesak oleh semangat, Senin (31/8/2026). Lebih dari 4.000 mahasiswa UMM berkumpul untuk menutup rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026.

Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian sekaligus awal dari keberlanjutan program di masyarakat. Tahun ini UMM mengintegrasikan 3 skema sekaligus: KKN Berdampak, KKN Internasional, dan KKN Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan (Gentaskin). UMM juga dipercaya menjadi tuan rumah KKN MAS yang diikuti mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) di Indonesia.

Acara penutupan dikemas tidak kaku. Ribuan mahasiswa mengikuti Funwalk mengelilingi kawasan kampus. Ini menjadi simbol kebersamaan yang sudah terbangun selama berada di desa binaan.

Ribuan mahasiswa mengikuti Funwalk mengelilingi kawasan kampus. Ini menjadi simbol kebersamaan yang sudah terbangun selama berada di desa binaan. (ist).
Ribuan mahasiswa mengikuti Funwalk mengelilingi kawasan kampus. Ini menjadi simbol kebersamaan yang sudah terbangun selama berada di desa binaan. (ist).

Suasana semakin meriah dengan pembagian doorprize untuk peserta. Dari alat elektronik hingga voucher, hadiah disiapkan panitia sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mahasiswa selama KKN.

“Kami ingin penutupan ini jadi selebrasi. Setelah berbulan-bulan mengabdi, mahasiswa pulang dengan cerita, jejaring, dan karya,” ujar panitia KKN UMM 2026.

Ribuan mahasiswa mengikuti Funwalk mengelilingi kawasan kampus. Ini menjadi simbol kebersamaan yang sudah terbangun selama berada di desa binaan. (ist).
Ribuan mahasiswa mengikuti Funwalk mengelilingi kawasan kampus. Ini menjadi simbol kebersamaan yang sudah terbangun selama berada di desa binaan. (ist).

Bagian paling ramai adalah Expo KKN 2026. Lebih dari 190 stand menampilkan inovasi dan gagasan mahasiswa yang langsung diuji di desa. Semua karya mengusung prinsip: sederhana, tepat guna, dan menjawab masalah nyata.

Beberapa inovasi unggulan yang dipamerkan:

  1. Lubang biopori multifungsi: Lubang resapan air yang juga bisa difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah organik dan pupuk. Cocok untuk atasi banjir dan kesuburan tanah.
  2. Alat penyebaran pupuk melalui pipa: Memudahkan petani memupuk lahan secara merata, hemat tenaga dan waktu.
  3. Tungku rocket stove minim polusi: Tungku hemat kayu bakar dengan pembakaran lebih sempurna, sehingga asap lebih sedikit dan ramah lingkungan.

Deretan inovasi ini menjadi bukti nyata konsep “Kampus Berdampak” yang diusung UMM. KKN tidak lagi sekadar kegiatan wajib, tapi ruang produksi solusi.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM Prof. Dr. Muhadjir Effendi, M.AP. dalam sambutannya menekankan posisi strategis KKN dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“KKN tidak hanya tentang pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga disertai penelitian dan kegiatan akademik untuk mengedukasi masyarakat. Tradisi KKN UMM sejak 1987 ini adalah ruang terbaik bagi mahasiswa memahami persoalan masyarakat secara langsung. Semoga kemampuan beradaptasi dan bersosialisasi selama KKN dapat diterapkan dalam kehidupan profesional dan sosial,” tegasnya.

Tahun ini UMM juga menjadi pusat pelaksanaan KKN MAS. Ketua KKN MAS Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, Ph.D. menyampaikan total 1.601 mahasiswa dari PTMA se-Indonesia diterjunkan ke 101 desa di Kabupaten Malang.

Ia mendorong agar kolaborasi tidak berhenti saat KKN selesai.
“Silakan bangun jejaring, karena kami yakin mahasiswa ini nantinya mampu berkontribusi. Jejaring tersebut dapat menjadi modal kolaborasi setelah kembali ke daerah masing-masing,” pesannya.

Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. (Ist).
Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. (Ist).

Menutup rangkaian, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. mengingatkan kembali filosofi utama KKN.

“Pengalaman KKN seharusnya mempertemukan kemampuan akademik mahasiswa dengan persoalan nyata di masyarakat. Interaksi dengan masyarakat, pemerintah, dan organisasi kemasyarakatan menjadi kesempatan bagi mahasiswa memahami kondisi sosial sekaligus mengarahkan riset perguruan tinggi agar lebih relevan. Mahasiswa juga diharapkan membawa pengalaman KKN sebagai bekal untuk mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

Rektor juga menegaskan bahwa “Kampus Berdampak” adalah arah UMM ke depan. Riset tidak boleh berhenti di laboratorium, tapi harus turun ke desa dan menyelesaikan masalah.

Penutupan KKN 2026 ini bukan titik akhir. UMM berkomitmen mengawal keberlanjutan program, riset, dan inovasi yang telah dirintis mahasiswa.

Harapannya, jejaring antara mahasiswa, dosen pembimbing, pemerintah desa, dan masyarakat terus hidup. Sehingga dampak KKN tidak hanya dirasakan selama 2 bulan, tetapi bertahun-tahun ke depan. (lil).

Baca Juga:

  • Hadir di UMM, Mentan Amran Sulaiman Dorong Lahirnya Entrepreneur Pangan
  • Wamen P2MI Resmikan UMM Migrant Center: Terlengkap di Indonesia, Target 500 Ribu Pekerja
  • Mahasiswa Magang Bakti FH UMM Bantu Percepat Pengurusan Wakaf di BPN Kabupaten Malang
  • Mengenang Kiprah Prof Malik Fadjar, Tokoh UMM Pencetus Hari Buku Nasional