Gedung Bima Sakti Batu Jadi Pusat Karantina Pasien Covid-19

Wali Kota Batu, Dra Dewanti Rumpoko MSi usai menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Zainuddin Forkopimda Kota Batu.

BATU (surabayapost.id) – Wali Kota Batu, Dra Dewanti Rumpoko MSi menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Zainuddin Forkopimda, Tomas, dan Toga. Mereka sepakat membuat shelter atau karantina untuk pasien Covid-19.

Kesepakatan itu dicetuskan dalam Rakor yang digelar di Pemkot Batu Balai Kota Among Tani Batu, Kamis (2/4/2020). Tempat karantina diputuskan di Bima Sakti.

Itu karena gedung Bima Sakti merupakan bangunan milik Dinsos Pemprov Jatim. Gedung tersebut bisa menampung sekitar 200 pasien terdampak Covid-19.

Menurut Dewanti masyarakat tidak perlu khawatir tertular dengan adanya pandemi Covid-19. “Kami siapkan shelter untuk karantina 200 orang. Kami berdoa tempat itu tidak terisi. Tapi kamu tetap siapkan itu semua,” kata Dewanti.

Selain itu, lanjut dia, karantina yang meminjam fasilitas milik provinsi tersebut, menurutnya sudah dilakukan peninjauan.

“Semua fasilitas sudah tersedia tinggal ditambahkan beberapa yang kurang. Kemudian pemkot juga telah mendata warga untuk mendapat insentif berupa sembako,” ungkapnya.

Itu, ungkap dia, pemkot juga telah menyiapkan sejumlah 30.000 paket sembako untuk 3 bulan ke depan.Sedangkan yang bakal diberikan kepada warga yang kurang mampu sejumlah 2.655 KK.

“Kemudian pemkot telah mendata mulai dari sopir angkot dan ojek sebanyak 749 orang, buruh tani 2300 orang, pekerja 9011 orang, PKL UMKM IKM 2678 orang, usaha kantin sekolah 314 orag, guide pelaku wisata 491 orang.Dan bantuan yang bakal tersebut masih dalam pembahasan,” paparnya.

Sedangkan bagi lansia miskin, papar dia, ada sejumlah 1.051 orang dan penyandang cacat 175 orang. “Bagi lansia dan penyandang cacat ini akan mendapat Rp 500 ribu per bulan selama 3 bulan,” pungkasnya. (Gus)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.