Pedang Pora Warnai Pisah Sambut Kalapas Malang

Pedang Pora Warnai Pisah Sambut Kalapas Kelas 1 Malang, Jumat 17 April 2026. (Sumber L'SIMA).
Pedang Pora Warnai Pisah Sambut Kalapas Kelas 1 Malang, Jumat 17 April 2026. (Sumber L'SIMA).

MALANG (SurabayaPost.id) – Prosesi pedang pora menjadi penanda paling emosional dalam pisah sambut Kepala Lapas Kelas I Malang, Jumat (17/4/2026) siang. Barisan petugas berdiri tegap membentuk lorong kehormatan dengan pedang terangkat, mengiringi langkah Teguh Pamuji menuju gerbang perpisahan setelah menyerahkan jabatan kepada Christo Victor Nixon Toar.

Kegiatan berlangsung di Aula Museum Pendjara Lowokwaroe yang disulap elegan bernuansa putih-abu. Acara dihadiri Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Kadiyono, beserta para Kepala UPT Pemasyarakatan Korwil Malang dan sekitarnya.

Rangkaian diawali penyambutan pejabat lama dan baru oleh Kakanwil, diiringi Tarian Genjring Party oleh empat CPNS. Pengalungan bunga mengawali langkah rombongan ke ruang utama, menandai dimulainya peralihan kepemimpinan yang hangat dan penuh penghormatan.

Di penghujung acara, pedang pora mengambil alih suasana. Iringan langkah khidmat Teguh Pamuji di lorong pedang mencerminkan penghormatan tinggi atas dedikasi selama memimpin Lapas Malang periode 2025–2026. Para pegawai memberi salam hormat dengan bangga dan haru.

Dalam sambutan perpisahan, Teguh Pamuji berterima kasih kepada seluruh keluarga besar Lapas Malang. “Banyak kenangan dan capaian yang kita raih bersama,” ucapnya.

Ia menyebut sejumlah warisan: rampungnya ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), peningkatan sarana dapur, dan proses akreditasi yang masih berjalan. Teguh juga menegaskan potensi besar Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) seluas 20,5 hektar sebagai tantangan sekaligus peluang pengembangan.

“Lapas Malang ini tempat luar biasa. Saya yakin di bawah kepemimpinan baru akan semakin berkembang,” ujarnya. Teguh selanjutnya mendapat tugas baru sebagai Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ahli Madya di Kanwil.

Kalapas baru, Christo Victor Nixon Toar, menyatakan komitmen melanjutkan program strategis yang sudah berjalan. “Menjadi Kalapas Malang adalah amanah luar biasa. Saya mohon dukungan seluruh jajaran,” kata Christo yang sebelumnya menjabat Kalapas Karawang lebih dari dua tahun.

Kakanwil Ditjenpas Jatim, Kadiyono, menegaskan mutasi adalah hal wajar dalam organisasi. Ia berpesan agar Christo menjaga profesionalitas dan memperkuat sinergi antarinstansi. “Bawa Lapas Kelas I Malang semakin maju,” tegasnya.

Bagi jajaran Lapas Malang, pedang pora sore itu bukan sekadar seremoni. Ia penutup penuh makna atas dedikasi Teguh Pamuji, sekaligus penyulut semangat menyambut babak baru di bawah Christo Toar. (lil).

Baca Juga:

  • Christo Toar Jabat Kalapas Malang, Lanjutkan Mimpi Besar di SAE Ngajum
  • DPD RI dan Ditjenpas Jatim Sinergi, Lapas Malang Jadi Contoh Penguatan UU Pemasyarakatan
  • Komitmen Zero Halinar, Lapas Kelas 1 Malang dan Bapas Gelar Tes Urine Massal
  • Razia Gabungan Lapas Malang, Langkah Konkret Wujudkan Zero Halinar