MALANG (SurabayaPost.id) – Perang terhadap handphone ilegal, narkoba, dan penipuan atau HALINAR kembali digaungkan Lapas Kelas I Malang. Komitmen itu ditegaskan lewat Apel dan Ikrar Bersama “Pemasyarakatan Bersih dari HALINAR” di Lapangan Senopati, Jumat pagi (08/05/2026).
Apel dipimpin langsung Kalapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar. Seluruh jajaran pegawai Lapas Malang mengikuti kegiatan dengan tertib dan khidmat. Hadir menyaksikan unsur TNI, POLRI, serta BNN/BNNK sebagai bentuk sinergi aparat penegak hukum mendukung Lapas bebas HALINAR.
“Tidak boleh ada toleransi terhadap handphone ilegal, narkoba, maupun praktik penipuan di dalam Lapas. Seluruh jajaran harus memiliki komitmen yang sama untuk menjaga keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap Pemasyarakatan,” tegas Kalapas Christo saat menyampaikan amanat.

Christo menekankan perang terhadap HALINAR harus dimulai dari komitmen petugas. Integritas disebut sebagai pondasi utama menjaga marwah institusi Pemasyarakatan. Ia mengingatkan pengawasan wajib dilakukan konsisten dan berkelanjutan agar potensi gangguan keamanan bisa dicegah sejak dini.
“Momentum ikrar bersama ini menjadi simbol kesungguhan seluruh jajaran Lapas Malang dalam mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang bersih dan profesional,” ujarnya di hadapan peserta apel.
Rangkaian kegiatan dimulai dari penghormatan apel, pembacaan ikrar, hingga amanat pembina. Pelaksanaan ini merupakan tindak lanjut instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam rangka penguatan pengawasan serta peningkatan integritas petugas.
Ikrar bersama dipandu dan diucapkan serentak oleh seluruh peserta apel. Isinya jelas: siap memberantas peredaran handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan di lingkungan Lapas. Tak hanya itu, seluruh petugas juga menyatakan kesediaan menerima sanksi tegas apabila terbukti terlibat pelanggaran.

Suasana apel berlangsung khidmat dan penuh semangat. Ikrar ini menjadi penguatan budaya kerja yang menjunjung tinggi kedisiplinan, tanggung jawab, dan profesionalisme.
Usai apel, Lapas Malang langsung menggelar tes urine bagi seluruh pegawai sebagai deteksi dini dan pengawasan internal. Langkah ini untuk memastikan seluruh jajaran bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Bersamaan dengan itu, BNN/BNNK memberikan sosialisasi kepada warga binaan terkait bahaya penyalahgunaan narkotika dan upaya pencegahannya di dalam Lapas. Christo memastikan pemberantasan HALINAR akan terus dilakukan konsisten melalui razia rutin, penguatan pengawasan, serta sinergi dengan aparat penegak hukum.
Kegiatan ini bagian dari komitmen nyata Lapas Malang mendukung program akselerasi Ditjenpas. Dengan semangat integritas dan kolaborasi, Lapas Malang terus berupaya mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari HALINAR. (lil).
