Harmoni Kreativitas Tanpa Batas: Lowokwaru Berdayakan Anak-Disabilitas-UMKM

Harmoni Kreativitas Tanpa Batas: Lowokwaru Berdayakan Anak-Disabilitas-UMKM, Minggu (10/6/2026).
Harmoni Kreativitas Tanpa Batas: Lowokwaru Berdayakan Anak-Disabilitas-UMKM, Minggu (10/6/2026).

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Semangat inklusivitas dan pemberdayaan masyarakat hidup di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.. Lewat perhelatan kreatif “Merangkai Potensi Anak, Perempuan, Lansia, dan Penyandang Disabilitas serta Pelaku UMKM”, Lowokwaru membuktikan kreativitas tak mengenal batas.

Kegiatan digelar di halaman Kantor Kecamatan Lowokwaru ini sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-112 Kota Malang bertema “Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas”.

Camat Lowokwaru, Drs. Rudi Cahyono Catur Utomo, menjelaskan acara ini wujud nyata monitoring dan evaluasi atas beragam bimtek dan pelatihan yang telah dijalankan di 12 kelurahan.

“Kami merangkum semua hasil pelatihan dan potensi yang ada di kelurahan melalui lomba-lomba kreativitas ini,” ujar Rudi di lokasi, Minggu (10/6/2026).

Anak-anak diajak kembali mencintai budaya lewat permainan tradisional Gasing dan Dakon.
Anak-anak diajak kembali mencintai budaya lewat permainan tradisional Gasing dan Dakon.

Ada yang unik dalam lomba kali ini. Jika biasanya ucapan selamat pakai banner sekali pakai, kini peserta ditantang Lomba Merangkai Pohon Ucapan agar tetap punya nilai estetika usai acara. Ada juga Lomba Melukis Pot Bunga yang mengedepankan nilai guna jangka panjang.

Anak-anak diajak kembali mencintai budaya lewat permainan tradisional Gasing dan Dakon. “Ini bukan sekadar hiburan, tapi sarana mengasah keterampilan dan motorik anak,” kata Rudi.

Untuk perempuan ada lomba kreasi pohon ucapan, lansia melukis gerabah, dan penyandang disabilitas tampil unjuk bakat seni tari.

Camat Lowokwaru, Drs. Rudi Cahyono Catur Utomo didampingi Sekcam meninjau Lomba Melukis Pot Bunga.
Camat Lowokwaru, Drs. Rudi Cahyono Catur Utomo didampingi Sekcam meninjau Lomba Melukis Pot Bunga.

Puncak acara adalah ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas. Ini sejalan dengan visi Rudi menghapus label negatif pada kelompok tertentu.

“Harapan kami ke depan, kreativitas kelompok yang selama ini disebut ‘masyarakat rentan’ bisa lebih terlihat. Kami ingin mereka tidak lagi dianggap rentan, tapi mampu tampil, hidup, dan berjuang setara dengan masyarakat lainnya,” tegasnya.

Pantauan di lokasi, antusiasme warga terlihat sejak pukul 06.30 WIB. Hampir 100 pelaku UMKM dari Tulusrejo dan sekitarnya memadati area bazar. Meski tenda terbatas, semangat kolaborasi 12 kelurahan menjadikan acara bukti nyata ekonomi kerakyatan yang solid.

Rudi menyebut kegiatan ini implementasi tema HUT Kota Malang. Ngalam Melintas diwujudkan lewat kreativitas lintas kelompok yang inklusif dan adaptif. Bergerak Tuntas lewat sinergi lomba dan bazar UMKM 12 kelurahan. Mbois Berkelas lewat penguatan UMKM yang produktif, kreatif, dan berdaya saing.

“Ini kelanjutan kegiatan tahun lalu. Mari terus dukung kegiatan positif, perkuat gotong royong, dan cintai produk lokal dengan aktif di bazar UMKM,” pungkasnya. (lil).

Baca Juga:

  • Tingkatkan Kapasitas UMKM, DPRD Kota Malang Apresiasi Program Pendampingan 2026
  • UMKM Award 2025: Wali Kota Wahyu Hidayat Tekankan Komitmen Pemkot dalam Mengembangkan UMKM
  • Wali Kota Malang Berhasil Dongkrak Ekosistem Batik Malangan, Raup Penghargaan dari Kementerian UMKM
  • Indosat dan Pemkot Malang Berkolaborasi Dorong Digitalisasi UMKM untuk Ekonomi Inklusif