MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi, menyebut persiapan pembangunan Jalan Pasar Gadang belum tuntas 100 persen. Meski Wali Kota dan dinas sudah mulai bongkar, sisi barat jalan masih menyisakan lapak yang harus dibersihkan untuk proyek jalan baru.
“Hari ini belum 100 persen. Walaupun sudah dibongkar, ternyata di sebelah barat masih ada beberapa yang perlu dibongkar karena untuk membangun jalan baru di Jalan Pasar Gadang Bumiayu ini,” kata Arief disela Sidak Pasar Gadang, Kamis (7/5/2026).
Arief menyebut, pembongkaran sisi barat hingga pohon ujung jalan dijadwalkan Senin depan. Ia menilai Komisi C harus turun karena persiapan di pasar belum sempurna. “Masih banyak orang kerja, masih banyak tambal sulam di sana-sini,” ujarnya.
Ia akan langsung komunikasi dengan Diskopindag sebagai dinas pengampu agar pedagang masuk dalam kondisi siap. Sementara Dinas PU, kata Arief, masih menunggu. “Kalau masih ada kendala, saya yakin tidak bisa dikerjakan. Ini harus didorong secepatnya selesai,” tegasnya.

Arief mengingatkan, proyek jalan ini pakai Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat. Jika pembongkaran telat, pelaksanaan ikut molor dan berisiko pada penyerapan dana. “Kasihan DPUPR kalau tidak segera terbongkar. Ini taruhannya DAK jalan,” katanya.
Menanggapi wacana ratusan PKL Kebalen direlokasi ke Pasar Gadang, Arief setuju. Lahan di Gadang dinilai luas dan mampu menampung banyak pedagang. Namun ia mengkritik pola komunikasi Pemkot.
“Silakan saja pindahkan ke sini, itu lebih baik. Pertanyaannya: ajak komunikasi mereka. Selama ini kan seolah hanya pakai surat. Janganlah. Beri gambaran terbaik kalau pindah ke Gadang,” ujar Politisi PKB tersebut.
Ia sepakat penertiban Kebalen perlu, tapi dialog harus jalan. “Supaya tidak muncul image pemerintah ini ‘sak karepe dewe’. Mereka hanya kirim surat buka jam sekian, tutup jam sekian. Padahal kalau dikomunikasikan, saya yakin lebih baik,” tegasnya.

Disinggung anggapan DPRD selalu setuju kebijakan Pemkot, Arief membantah. “DPRD itu orang per orang. Saya tidak seperti itu. Banyak kebijakan saya soroti, saya kritisi, tapi dengan solusi,” katanya.
Contohnya Pasar Gadang. Di mata publik sudah siap pakai, faktanya belum. Jalan siap dibangun, nyatanya masih ada bedak yang perlu dibenahi. “Itu juga kami sampaikan,” imbuhnya.
Arief menegaskan dukung penuh penertiban Pasar Kebalen. Sebab akses utama ke Kedungkandang, Muring, dan wilayah timur Kota Malang sebenarnya lewat Kebalen. “Tapi karena perdagangan di sana tidak bisa diganggu, masyarakat malas ke sana. Untuk pengembangan wilayah timur, akses jalan jadi perhatian utama,” pungkasnya. (lil).
