MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Aksi pencurian berujung maut terjadi di bawah Fly Over Jalan Raya Cemorokandang, Kedungkandang, Kota Malang. Seorang petugas jaga malam tewas ditusuk pelaku usai memergoki aksi pencurian kusen galvalum di kantor pemasaran perumahan, Sabtu (09/05/2026).
Korban diketahui bernama Mat Suhadi, 51, petugas jaga malam Perumahan Cemara Diamond Townhouse. Ia mengalami luka tusuk di bagian perut dan sempat dirawat intensif di RSSA Malang. Namun nahas, Minggu (10/05/2026) pukul 07.30 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi, korban memergoki pelaku yang sedang mencuri di kantor pemasaran Perumahan Cemara Diamond Townhouse, Cemorokandang.
Diduga panik, pelaku langsung menyerang korban dengan senjata tajam dan menusuk bagian perut sebelum kabur meninggalkan lokasi.
Warga yang mengetahui kejadian itu segera melarikan korban ke RSSA Malang. Laporan kemudian diteruskan ke polisi oleh Ketua RT 007 RW 004 Cemorokandang, Arifin, sekitar pukul 19.00 WIB.
Saat petugas tiba di TKP bawah Fly Over Jl. Raya Cemorokandang RT 007 RW 003, korban sudah dievakuasi. Polisi langsung melakukan olah TKP dan memintai keterangan tiga saksi di lokasi: Risavi Ikhwan Triyoso, 36, warga Pakis; Anto, 35; dan Satuman, 40, keduanya warga Cemorokandang.
Dari lokasi, polisi mengamankan barang bukti berupa kusen galvalum. Warga menyebut kusen itu merupakan barang yang dicuri pelaku dari kantor pemasaran perumahan sebelum kejadian penusukan.
“Barang bukti sudah kami amankan. Korban ini petugas jaga malam di perumahan. Diduga korban mencoba menggagalkan pencurian,” kata Kapolsek Kedungkandang, Kompol M. Roichan, Senin (11/05/2026).

Hingga kini polisi masih memburu pelaku. Dari keterangan saksi, pelaku memiliki ciri: laki-laki, rambut pendek rapi, memakai jaket warna abu-abu, perawakan tinggi besar dengan tinggi sekitar 175 cm, dan mengendarai sepeda motor Mio warna biru saat kabur.
Korban tercatat warga Jalan Jabal Nur RT 001 RW 007 Kelurahan Tlogowaru, namun berdomisili di Jalan Slamet RT 006 RW 003 Kelurahan Cemorokandang. Sehari-hari ia bekerja sebagai tukang batu sekaligus petugas jaga malam.
Usai kejadian, korban sempat mendapat perawatan medis di RSSA Malang. Namun karena luka tusuk cukup parah di bagian perut, nyawanya tak tertolong.
Polisi belum bisa meminta keterangan detail dari keluarga karena masih dalam kondisi berduka. Saat mendampingi korban di rumah sakit, keluarga juga tidak membawa handphone.
Kapolsek Kompol Roichan menyebut bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan intensif. Pihaknya telah mendatangi TKP, mendata saksi, membuat VER, mengamankan barang bukti, dan melaporkan ke pimpinan.
“Kami mengimbau agar masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku dengan ciri tersebut agar segera melapor ke kantor polisi terdekat,” pungkasnya. (lil).
