MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Kabar baik untuk warga Blimbing. Pembangunan Jembatan Sonokembang di Kelurahan Pandanwangi kini sudah mencapai 88 persen. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menargetkan jembatan senilai Rp5,2 miliar itu rampung dan bisa difungsikan pada akhir Juli 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, memastikan proyek sesuai jadwal kontrak yang berakhir 25 Juli 2026.
“Sesuai kontrak, proyek pembangunan Jembatan Sonokembang ini berakhir 25 Juli nanti,” ujar Dandung, Sabtu (11/7/2026).
Memasuki tahap penyelesaian, DPUPRPKP akan membongkar jembatan Bailey yang selama ini difungsikan sebagai jalur sementara.
Untuk kelancaran pembongkaran, akses kendaraan di kawasan Jembatan Sonokembang ditutup sementara selama 8 hari, mulai 9 hingga 16 Juli 2026.
“Progresnya sudah 88 persen. Penutupan akses pada 9-16 Juli itu dilakukan khusus untuk pembongkaran Jembatan Bailey sebagai tahapan akhir dari penyelesaian pembangunan,” jelas Dandung.
Meski jembatan Bailey selesai dibongkar tanggal 16 Juli, pekerjaan proyek belum sepenuhnya usai. Tim kontraktor masih harus menyelesaikan konstruksi pada bagian lereng jembatan dan saluran air di sekitarnya.
DPUPRPKP memastikan sisa waktu hingga 25 Juli akan dimaksimalkan agar seluruh pekerjaan tuntas dan jembatan segera bisa digunakan masyarakat.
“Masih ada pekerjaan konstruksi, terutama di lereng jembatan dan salurannya,” pungkas Dandung.
Selama masa penutupan, DPUPRPKP mengimbau warga dan pengguna jalan untuk memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan. Pengguna jalan juga diminta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan demi kelancaran serta keselamatan.
Jembatan Sonokembang yang baru nantinya diharapkan dapat memperlancar akses warga Pandanwangi dan sekitarnya, serta mengurai kemacetan di jalur Blimbing. (lil).
