Baru Dibangun Rp 1.2 Miliar, Aula SMPN 1 Batu Sudah Bocor

14 March 2019 - 09:34 WIB
Gedung Aula SMPN 1 Kota Batu senilai Rp 1,2 miliar ini dikabarkan bocor meski baru dibangun.
Gedung Aula SMPN 1 Kota Batu senilai Rp 1,2 miliar ini dikabarkan bocor meski baru dibangun.

BATU (SurabayaPost.id) – MasyaAllah… Pembangunan Ruang Aula Serbaguna di SMPN 1 Kota Batu bocor saat hujan. Padahal gedung senilai Rp 1,2 miliar itu baru dibangun.

Bocoran gedung Aula tersebut viral di dunia maya. Sebab, foto dan video yang menggambarkan kebocoran gedung Aula itu beredar liar di dunia maya lewat media sosial, sejak Rabu (13/3/2019).

Dalam video dan foto tersebut digambarkan juga papan nama. Isinya yang masih terpampang menyebutkan jika gedung megah itu dikerjakan rekanan dari CV Mega Demensi.

Dan Nomor kontrak kerja, 027/ll – 1/PPK /17.08 – SMP /PK /442 .101/ 2018. Besaran anggarannya disebutkan Rp 1,2 miliar, di bawah konsultan Pengawas CV Diah Anugerah Pratama.

Dengan viralnya foto dan Video bangunan yang baru seumur jagung diketahui sudah bocor tersebut tak membuat Dinas Pendidikan panik. Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Batu, Hendro Wahyudi, menanggapi dengan nada santai persoalan tersebut.

Maklum, dia sangat yakin pembangunannya sudah sesuai prosedur. Menurutnya, yang bocor itu paling genteng melorot yang. “Ya dilihat saja besuk sama rekanannya biar dibetulkan. Itu CV nya Mega Demensi, kalau tidak salah orang Malang,” kata Hendro Wahyudi.

Dengan begitu,Hendro,meyakini dengan bocornya tersebut,karena gentengnya, melorot,lantaran musim hujan,bahkan Hendro mengaku pihak rekanannya sudah diberi kabar.

Saat Hendro disinggung apakah bocornya karena diduga tidak sesuai spek. “Itukan ada pengawasnya mas, ada Konsultannya dan itu masih eranya Ibu Esty, saya kan November masuknya,” dalih Hendro.

Lantas, Hendro menjelaskan,terkait pembangunan tersebut masih dalam pemeliharaan selama 6 bulan.

Maka dia sebutkan, kalau hanya sebatas bocor agar segera diperbaiki. “Itu pembangunan total dengan anggaran Rp 1,2 miliar dan itu lewat tender,” pungkasnya. (gus)