Malang Raya Basis Jokowi-Ma’ruf Diharap Bisa Raih 75 Persen Suara

24 March 2019 - 20:04 WIB
Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari (berbaju dan kerudung merah) didampingi Ketua Panitia Kampanye Jokowi-Ma'ruf di Malang Wanedi (berkorban hitam) saat memberikan keterangan pers terkait kampanye Jokowi di Banyuwangi, Jember dan Kota Malang, Minggu (24/3/2019).
Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari (berbaju dan kerudung merah) didampingi Ketua Panitia Kampanye Jokowi-Ma'ruf di Malang Wanedi (berkorban hitam) saat memberikan keterangan pers terkait kampanye Jokowi di Banyuwangi, Jember dan Kota Malang, Minggu (24/3/2019).

MALANG (SurabayaPost.id) – Malang Raya -Kota Batu, Malang dan Kabupaten Malang- diklaim merupakan basis dari Capres nomor 01, Jokowi-Ma’ruf Amin pada Polres 2019. Untuk itu, di kawasan Malang Raya ini diharap bisa meraih 75 persen suara.

Harapan tersebut disampaikan Sekretaris DPD PDIP Jatim, Sri Untari, di Rumah Pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Jl Sultan Agung, Kota Malang, Minggu (24/3/2019).

“Malang Raya ini merupakan basis dari pasangan Capres Jokowi-Ma’ruf Amin. Makanya, target kami di sini bisa meraih 75 persen suara,” kata Sri Untari yang diamini Ketua Panitia Kampanye Jokowi-Ma’ruf di Malang Raya, Wanedi dan pengurus PDIP di Malang Raya.

Menurut Sri Untari yang juga Caleg DPRD Jatim dari Dapil Malang Raya ini, target tersebut sangat beralasan. Sebab, selain basis massa pendukung Jokowi-Ma’ruf, target itu bercermin pada hasil Pilpres 2014 lalu.

Menurut Sri Untari yang juga anggota DPRD Jatim ini hasil Pilpres 2014 yang lalu di Kota Batu mencapai 61 persen, Kota Malang 59 persen. Sedangkan Kabupaten Malang 62 persen.

Berdasarkan hasil Pilpres tersebut, kata dia, untuk wilayah Jatim, Capres Jokowi-Ma’ruf ditargetkan mampu meraih 70 persen. Target tersebut diyakini bisa terealisasi.

Alasannya, para relawan Jokowi-Ma’ruf di Jatim siap bekerja keras demi mewujudkan target tersebut. “Apalagi Pak Jokowi dalam kampanye terbuka 25 Maret 2019 ini terjun langsung di tiga daerah Jatim,” kata mantan anggota DPRD Kota Malang selama dua periode ini.

Menurut dia, Jokowi yang juga Presiden RI itu akan kampanye terbuka di Banyuwangi dan Jember. Setelah itu, pada sore harinya kampanye tertutup di Kota Malang.

Kampanye tertutup di Kota Malang itu akan dilaksanakan di GOR Ken Arok. Menurut Sri Untari, Ken Arok merupakan simbol kejayaan Kerajaan Singosari.

“Kejayaan itu kita harapkan bisa menaungi Pak Jokowi yang datang langsung ke Jatim. Tentunya kedatangan beliau itu juga menambah semangat kami dan para relawan untuk memperjuangkan kemenangannya dalang Polres 17 April 2019 nanti,” tutur Srikandi PDIP Jat ini.

Untuk itu dia optimistis kampanye Jokowi di Kota Malang yang digelar tertutup bakal dihadiri ribuan massa. Dia minta maaf bila para pendukung Jokowi nanti tak bisa masuk semua ke dalam GOR Ken Arok.

Itu karena, kata dia, kapasitas GOR Ken Arok terbatas. “Jadi kami mohon maaf bila para pendukung tidak bisa masuk semua,” kata dia.

Hal itu diakui juga Ketua Panitia Kampanye Jokowi-Ma’ruf di Malang, Wanedi. Menurut dia, kapasitas GOR Ken Arok sekitar 3000-5000 orang. Sementara, massa pendukung Jokowi-Ma’ruf diyakini bisa lebih dari 7000 yang bakal hadir di arena kampanye tersebut.

Untuk itu, dia mengaku menyiapkan tiga layar monitor bagi massa yang tidak bisa masuk dalam GOR. “Sebab kami tak bisa berbuat apa-apa kalau masyarakat membludak. Itu karena kami tak bisa menolak,” katanya.

Karena itu, baik Sri Untari maupun Wanedi yakin massa pendukung bakal berduyun-duyun mendatangi kampanye Jokowi di Malang. Sehingga mereka meminta maaf bila arus lalu lintas terganggu atau macet. (aji)