Batu Smart City: Sekali Klik Masalah Langsung Diatasi

7 December 2018 - 22:58 WIB
Plt Kepala Diskominfo Kota Batu Siswanto
Plt Kepala Diskominfo Kota Batu Siswanto

BATU (SurabayaPost.id) – Batu Smart City, Sekali Klik Masalah Langsung Diatasi. Jargon itulah yang diusung smart city sebagai sebuah konsep yang diaplikasikan lewat Command Centre milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu.

Hal itu diakui Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu, Siswanto, Jumat (7/12/2018). Menurut dia, dikatakan sebagai kota yang smart apabila semua komponen terintegrasi.

Komponen-komponen itu disebutkan seperti pemerintahan, masyarakat, alam dan komponen lainnya. “Oleh karena itu kita semua harus ada dan punya komitmen untuk membangun big data yang bisa bicara antara yang satu dengan lainnya,” kata Siswanto.

Hal itu terealisasi, kata dia, berkat Information Technology (IT) yang ada di Command Centre Pemkot Batu. Hanya saja, lanjut dia, sektor IT terus bergerak dan perkembangannya sangat cepat.

“Mau tidak mau, suka maupun tidak suka kita harus mengikutinya. Itu agar bisa hidup dalam masyarakat yang serba IT. Baik itu bidang government, non-government maupun sektor lainnya. Jadi kita sekarang ini sudah tidak bicara tentang melek huruf. Tetapi sudah bicara tentang melek IT. Kalau kita sekarang belum melek IT sama dengan kita masih buta huruf pada jaman kemarin,” jelas dia.

Itu mengingat, tegas dia, manfaat IT sangat luar biasa bagi kehidupan manusia. “Termasuk smart city yang serba IT,” kata Siswanto.

Dijelaskan Siswanto, dua penghargaan yang diterima Walikota Batu Dewanti Rumpoko terkait IT 2018, hanya sebagian kecil dari pemanfaatan smart city di Command Centre. Penghargaan yang diterima walikota di Golden Ballroom The Sultan Jakarta itu kata dia merupakan Penghargaan TOP Leader IT Leadership 2018 dan Award Among Tani IT On Agro Application.

Menurut Siswanto, Pemerintah Kota (Pemkot) dinilai sebagai pionir dalam pemanfaatan Aplikasi IT di bidang Pertanian melalui Program Batu Smart City. “Itu masih belum aplikasi yang lainnya,” jelas dia.

Itu mengingat, tegas dia, dalam konsep Batu Smart City ada tiga aplikasi di Batu Among Tani Teknologi (Command Center) tersebut. Di antaranya Among Tani, Among Warga dan Among Kota.

Semua aplikasi itu untuk memberikan pelayanan dan informasi seputar Kota Batu. Baik yang berkaitan dengan informasi wisata, peristiwa, layanan publik maupun di bidang pertanian.

Ketiga aplikasi itu kata dia bisa diunduh lewat Play Store Google. “Itu semua memiliki fungsi dan peran masing-masing,” jelas Siswanto.

Dijelaskan dia seperti aplikasi Among Warga. Aplikasi tersebut terkait dengan semua pelayanan publik. Misalnya, pantauan lalu lintas terkini, kemacetan, kecelakaan, pohon tumbang, cuaca dan lain sebagainya.

Menurut dia, masyarakat bisa menyampaikan lewat aplikasi Among Warga tersebut jika ada persoalan terkait masalah tersebut. Jika informasi itu sudah masuk, dinas terkait akan langsung turun untuk menangani permasalahan yang ada.

Sedangkan aplikasi Among Kota itu terkait dengan informasi dan pelayanan di Kota Batu. Disebutkan seperti informasi berita, tempat wisata, transportasi publik, administrasi kependudukan dan nomor-nomor kontak darurat.

Sementara aplikasi Among Tani yang dapat penghargaan kali ini khusus di bidang pertanian. Semua yang terkait pertanian bisa terinformasikan lewat aplikasi tersebut. Mulai dari masalah lahan, komoditas hingga persoalan – persoalan pertanian yang dihadapi petani. Termasuk juga transaksi produk pertanian ke petani langsung bisa dilakukan lewat aplikasi Among Tani itu.

“Semua itu bisa dilihat dan dikontrol lewat Command Centre Batu Smart City. Jadi, Bu Walikota bisa mengontrol permasalahan Kota Batu dan penanganan persoalan yang masuk itu cukup lewat Command Centre,” tandas dia.

Dijelaskan Siswanto bahwa lewat Command Centre Batu Smart City itu tak hanya berisi keluhan dan persoalan yang masuk. Namun, respon dan proses penanganan yang dilakukan instansi atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga bisa dilihat langsung.

“Jadi kalau ada keluhan atau permasalahan yang masuk tak hanya respon dari instansi terkait yang terekam. Namun, progres penanganan persoalan tersebut juga terecord,” kata Siswanto.

Makanya, kata Siswanto, instansi yang terkait tak bisa memberikan laporan asal-asalan. Sebab, kinerja dari masing-masing OPD bisa terecord secara real time lewat Command Centre itu.

“Untuk itu kita butuh dukungan untuk big data dan koneksitas jaringan antar OPD dan lembaga lainnya. Sehingga semua persoalan bisa terkontrol dan terkendalikan serta tertangani dengan baik,” tutur dia.

Makanya kata dia, kedepan perlu dibangun IT Culture dan peningkatan IT Security dengan menggunakan BlockChain. Selain itu perlu ditingkatkan juga
sinkronisasi Government Platform antara pemerintah pusat dengan daerah.

Dengan demikian, kata Siswanto, layanan publik dan persoalan yang dihadapi masyarakat bisa teratasi dengan cepat, efektif dan efisien. “Sekali klik, masalah bisa diatasi berkat IT Command Centre berkonsep Batu Smart City itu,” pungkasnya. (Gus)