BTN Hormati Proses Hukum Terkait PTBCM

JAKARTA- (SurabayaPost.id)–PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menghormati proses hukum yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo terkait kasus kredit PT Blauran Cahaya Mulia (BCM) senilai Rp 200 miliar yang outstandingnya saat ini terus berkurang. BTN menegaskan saat ini kredit PT BCM masih berstatus lancar dengan nilai agunan sebesar Rp802,7 miliar sesuai dengan hasil appraisal tahun 2020. Nilai jaminan kredit tersebut semakin meningkat seiring dengan pesatnya perkembangan pusat kota Surabaya.

“Kami menghormati proses hukum dan langkah Kejari Sidoarjo dalam menangani permasalahan PT BCM ini. Bank BTN selalu kooperatif dengan penegak hukum,” ujar Corporate Secretary BTN Achmad Chaerul dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/8).

Kredit Investasi yang diberikan kepada PT BCM tersebut memang dipergunakan untuk membiayai kembali (refinancing) objek yang sudah ada, bukan untuk membiayai proses pembangunannya. Praktek penyaluran kredit investasi refinancing ini lazim dilakukan perbankan. Refinancing adalah pemberian kredit investasi untuk pembiayaan kembali atas asset produktif debitur (seperti gedung, pabrik, mesin-mesin) yang terlebih dahulu telah dibiayai sendiri oleh debitur/calon debitur dan atau oleh bank lain/Bank sendiri. Pengembalian kredit bersumber dari hasil usaha debitur yang terkait dengan aset yang dibiayai tersebut atau dari penghasilan lainnya.

Chaerul menjelaskan, pada tahun 2014 Kantor Cabang BTN Sidoarjo telah memberikan fasilitas Kredit Investasi-Refinancing sebesar Rp200 miliar untuk pengambil alihan (take over) Hotel dan Ballroom The Empire palace dari Bank BNI dan refinancing Hotel dan Ballroom The Empire Palace. Jaminan atas kredit tersebut terdiri dari 29 bidang sertifikat senilai lebih dari Rp 783,4 miliar berdasarkan appraisal tahun 2014.

“Kredit PT BCM saat ini dalam keadaan lancar, dengan outstanding sebesar Rp172,2 miliar (posisi 04 Agustus 2022). Memang PT BCM sempat mengalami permasalahan pembayaran dikarenakaan dan pandemic Covid-19 dan internal debitur. Namun kami telah melakukan serangkaian restrukturisasi untuk mencari solusi terbaik. Sampai saat ini kolektibilitas kredit berstatus lancar,” katanya.

Hotel dan Balroom The Empire Palace berlokasi di jalan Blauran yang merupakan pusat Kota Surabaya. Bangunan yang berdiri megah ini dipergunakan untuk penginapan dan pelaksanaan meeting, workshop, acara wedding organizer, dll.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.