Cari Jejak Pelaku Mutilasi, Polisi Terjunkan K-9

15 May 2019 - 18:51 WIB
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri

MALANG  (SurabayaPost.id) – Untuk mengungkap pelaku mutilasi,  polisi dari Polres Malang Kota dsn Polda Jatim melakukan olah TKP dan menurunkan anjing pelacak K9, Rabu (15/5/2019). Mereka mengawali dengan melakukan  olah TKP.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan, hingga kini pihaknya terus menyelidiki pelaku dibalik kasus mutilasi ini. “Kami dibantu  tim dari Polda Jatim dalam pengembangan kasus ini,” ucapnya.

Asfuri juga telah memeriksa enam saksi terkait kasus mutilasi. Dua dari pedagang pasar besar, tiga orang dari pengawas dan security dan satu lagi dari masyarakat yang kehilangan keluarganya.

“Kami telah memeriksa enam saksi, lima di antara saksi tidak mengarah ke terduga pelaku maupun korban. Begitu juga dengan keluarga yang melapor ke Polres pada Selasa (14/4/2019) malam,” ujarnya.

Dengan bantuan anjing pelacak, tim K-9 hilir mudik di sekitar lokasi TKP. Bahkan, anjing pelacak sampai berjalan hingga radius 50 meter dari TKP guna mencari jejak dari pelaku.

“Kami berharap dengan adanya anjing pelacak ini setidaknya ada bukti temuan baru. Karena alat yang digunakan untuk membunuh korban hingga kini juga belum kami dapatkan,” ujarnya.

Dari tulisan yang ditemukan pada saat olah TKP kemarin (14/5/2019), polisi juga telah menyelidiki barang bukti tulisan tersebut. Mulai dari nama Gereja Comboran yang tertulis di telapak kaki kiri korban

Kemudian ada tulisan Muharto Gang V di sebuah kertas yang telah diamankan. Hingga nama Sugeng yang tertulis di telapak kaki sebelah kanan korban.

Dan nama-nama orang seperti Sujito, Suyitno dan Wahyu. “Jadi tim kami sudah terjun ke tempat-tempat yang telah tertulis dari hasil barang bukti pada saat olah TKP. Kami juga telah mencari beberapa nama orang yang juga tertulis baik di tubuh korban dan kertas,” tutur Asfuri. (lil)