Demi Kota Batu, Andrek: Pokja Masih Punya Tanggung Jawab Moral

13 December 2018 - 15:20 WIB
Ketua Pokja Peningkatan Status Kota Batu Andrek Prana.
Ketua Pokja Peningkatan Status Kota Batu Andrek Prana.

BATU (SurabayaPost.id) –  Kota Batu diakui berkembang pesat dan semakin maju. Pengakuan itu diungkapkan Ketua Pokja Peningkatan Status Kota Batu, Andrek Prana, Kamis (13/12/2018).

Menurut Andrek Prana, perkembangan dan kemajuan yang pesat itu terjadi hampir di seluruh sektor aspek kehidupan. “Terutama sektor pariwisata,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Kota Batu itu.

Kemajuan yang kini dirasakan itu, ditegaskan mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Kota Batu  ini, tak lepas dari perjuangan Pokja (Kelompok Kerja) warga asli Batu. Sebab, yang memperjuangkan kenaikan status Batu dari wilayah kecamatan, Kotatif lalu menjadi Kota Batu adalah Pokja.

Makanya, kata mantan jurnalis ini,  wajar jika Wali Kota Dewanti mengundang Pokja Batu untuk bersilaturahmi dan memberi tali asih. Alasannya, Pokja merupakan pelaku sejarah berdirinya Kota Batu.

“Kalau kami dari Pokja diundang Bu Wali Kota Batu untuk bersilaturahmi saya kira itu wajar. Apalagi kami diajak berdiskusi untuk menyampaikan aspirasi,” papar dia.

Itu karena, tegas dia, Pokja Peningkatan Status Kota Batu tersebut paham betul apa filosofi dan cita-cita yang hendak dicapai kalau sudah menjadi Pemerintahan Kota (Pemkot). Sebab, liku-liku yang dihadapi Pokja saat berjuang dulu, menghabiskan  materi, tenaga dan pikiran yang melelahkan.

Itu mengingat,  Juni 1999 dulu, Gubernur Jatim Imam Utomo, sempat pesimistis.  Dia mengatakan bila Kotatif Batu statusnya diturunkan lagi menjadi Kecamatan.

Bahkan, Bupati Malang kala itu dijabat  HM Said sempat mengatakan akan menghibur warga Batu. Itu karena status Kotatif Batu menjadi Kecamatan lagi. Alasannya karena pemerintah pusat dikatakan tak setuju Kotatif Batu menjadi Pemkot  Batu.

Argumen yang dijadikan dasar karena Batu merupakan daerah pertanian dan menjadi resapan air untuk wilayah sekitarnya.

Namun, Pokja tak pernah patah arang. “Pokja terus berjuang tanpa mengenal lelah dan menyerah begitu saja. Sehingga  akhirnya benar-benar menjadi Pemkot Batu seperti saat ini,” papar dia.

Berdasarkan kondisi riil semacam itu, secara organisasi tugas Pokja memang sudah selesai. Namun, tegas dia, secara moral masih belum tuntas.

“Pokja Masih memiliki tanggung jawab moral terkait pembangunan dan pengembangan demikian kemajuan Kota Batu ke depan. Untuk itu Pokja terus melakukan evaluasi dan memberikan  masukan pada Pemkot Batu,” kata dia.

Apalagi, tegas dia, pada   usia ke 17 tahun Kota Batu ini masih banyak hal yang harus diperhatikan legislatif dan eksekutif Pemkot Batu.  

Karena itu dia mengapresiasi sikap Wali Kota Dewanti Rumpoko yang meriah tali asih dan mengajak Pokja Kota Batu bersilaturahmi. Sebab, dalam ajang silaturahmi itu terjadi dialog bagaimana agar Kota Batu lebih maju lagi kedepannya. (Gus)