Demi Mewujudkan Tiga Misi, STOK PDAM Kota Batu Dirombak

3 January 2019 - 17:09 WIB
Dirut PDAM Kota Batu Eddy Sunaedi
Dirut PDAM Kota Batu Eddy Sunaedi

BATU (SurabayaPost.id) – Demi mewujudkan tiga misi, struktur tata organisasi kelembagaan  (STOK) PDAM Kota Batu dirombak. Perombakan tersebut diungkapkan Dirut PDAM Kota Batu, Eddy Sunaedi, Kamis (3/1/2019).

“Perombakan STOK PDAM itu mengacu pada PP 54 tahun 2015. Untuk perombakan itu pun sudah disetujui Wali Kota Batu,” jelas Eddy Sunaedi.

Menurut Dirut PDAM Kota Batu yang akrab disapa Shokeh ini, perombakan STOK itu memiliki tiga misi yang harus dicapai. Di antaranya, misi pelayanan, SDM serta pendapatan. Sehingga Kabag Umum menjadi Kabag Administrasi dan Keuangan. Lalu ada Kabag Pelayanan dan Kabag SDM.

Makanya, tegas dia, ada tiga  Kabag, 13 Kasi dan lima Kasubsi yang dirombak. Untuk tingkat Kabag, kata dia,  berdasarkan hasil tes kompetensi telah klir.

Shokeh menyebutkan seperti Kabag Teknik, Dwi Puji Santoso, Kabag Hubungan Pelanggan, Hairul Anam dan  Kabag Administrasi dan Keuangan, Eka Tejawati. “Mereka sudah lolos tes uji kompetensi,” ungkap Shokeh.

Dijelaskan Shokeh bila untuk mewujudkan tiga misi itu dibutuhkan  peningkatan kedisiplinan. Selain itu administrasi yang benar dan kompetensi SDM yang harus  terus meningkat.

Dijelaskan dia, sejak dirinya menjabat Dirut PDAM tiga tahun lalu ada peningkatan pendapatan. Menurut dia, awalnya pendapatan kotor  Rp 912 juta. Lantas di tahun 2016 bisa mencapai Rp 1,3 miliar dan tahun 2017 mencapai Rp 1,6 miliar.

“Alhamdulillah dengan perputaran waktu pendapatan PDAM Kota Batu terus meningkat. Saya targetkan  di tahun ini pendapatan PDAM senilai Rp 2,1 miliar,” seru dia bangga.

Meski pendapatan tiap tahun ditarget meningkat, kata Shokeh,  konsepnya tak harus berupa uang. Namun juga bisa berupa laba humanis produktif.

“Laba humanis, laba yang menimbulkan kepuasan pelanggan, pegawai dan kesejahteraan pegawai. Produktif, laba yang bisa meningkatkan jumlah pegawai. Sehingga bisa membuka  peluang pekerjaan baru,” katanya.

Untuk itu, kata dia, jumlah pelanggan PDAM harus terus meningkat.  Jika pada tahun 2015 sejumlah 10,700 pelanggan, sampai tahun 2018 itu sudah bertambah menjadi 14,300 pelanggan. Tahun berikutnya ditargetkan bisa mencapai 20.000 pelanggan.  (gus)