Demi Program WBK, Kejari Kota Malang Bikin Terobosan Lewat TI

13 February 2019 - 21:03 WIB
Kajari Kota Malang Amran Lakoni (kanan) saat meninjau pemasangan perangkat IT, Rabu (13/2/2019).
Kajari Kota Malang Amran Lakoni (kanan) saat meninjau pemasangan perangkat IT, Rabu (13/2/2019).

MALANG  (SurabayaPost.id) –  Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang melakukan terobosan baru. Terobosan demi mewujudkan program Wilayah Bebas Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bebas Melayani (WBBM) itu dilakukan lewat perangkat Teknologi Informasi (TI).

Peralatan tersebut tersambung langsung dengan  pimpinan dan para kasi. Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kota Malang, Ujang Supriyadi menjelaskan, salah satu dari terobosan tersebut untuk meningkatkan pelayanan.

“Para tamu akan dapat terdeteksi sejak awal masuk kantor Kejari Kota Malang. Selain itu di bidang layanan, masyarakat bisa mengetahui pengaduan dan perkembangan laporannya,” kata dia,  saat pemasangan perangkat IT di kantor Kejaksaan, Rabu (13/02/19).

Dijelaskan dia, bahwa lewat TI itu masyarakat juga bisa memberikan penilaian kinerja dari aparat Kejari Kota Malang. “Sehingga TI itu bisa juga menjadi alat survey kepuasan  masyarakat,” tuturnya.

Hal itu lanjut Ujang, bisa sebagai bentuk transparansi baik terkait Pidana Umum maupun Pidana Khusus dan  bidang lainya. Menurutnya, saat ini era keterbukaan informasi, dimana masyarakat yang membutuhkan layanan Kejaksaaan, diberikan kemudahan.


“Pada bagian lain, seperangkat alat ini, bisa memberikan informasi internal secara real time. Karena terkoneksi dengan pimpinan, bisa saling memantau proses pemeriksaan. Bahkan, terkait materi pemeriksaan penyelidikan pun, bisa langsung diketahui pimpinan,” lanjutnya.

Disamping itu,  lanjut Ujang, juga terkait dengan data-data proses perkara. Semuanya, kata dia, akan secara otomatis tersimpan dengan praktis dan aman.

Karena itu, kata dia, terobosan dengan memanfaatkan TI ini akan memberikan banyak manfaat. Setidaknya dalam mewujudkan program WBK dan WBBM.  (lil)