Dinkop Gelar Temu Bisnis Pelaku Usaha Mikro, Wawali: Tiap Tahun Hadir Pendatang Baru 

19 July 2019 - 08:38 WIB
Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko
Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko

MALANG  (SurabayaPost.id)  – Dinas Koperasi (Dinkop) KotaMalang menggelar temu bisnis pelaku usaha mikro. Sebab jasa pendidikan berpotensi tinggi menjadi salah satu bidang usaha di Kota Malang yang dapat berkembang dengan pesat.

Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengakui hal itu  di acara Temu Bisnis Bagi Pelaku Usaha Mikro di Hotel Aria Gajayana Malang. Menurut dia, peluang bisnis dan usaha masa kini yang memiliki prospek cukup menjanjikan dan menjadi trend.

Itu, tegas dia,  tidak akan pernah terlepas dari perkembangan ekonomi yang sekarang ini sudah berjalan dan tumbuh begitu pesat dengan tingkat persaingan yang semakin ketat.

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap tahunnya sudah pasti akan selalu hadir pendatang baru di dalam dunia bisnis dan usaha, dengan beragam kreatifitas yang mereka ciptakan guna memenangkan persaingan.

Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko

Bagi seorang pemula, lahan bisnis apa yang paling potensial serta menjanjikan di tahun ini, memang masih menjadi hal paling sulit untuk ditentukan dengan beragam alasan, seperti permodalan, relasi, serta belum memiliki cukup pengalaman untuk memulainya. Terlebih gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global.

“Di Kota Malang, pada tahun 2017; jasa pendidikan menyumbang sebesar 8,20 persen terhadap total perekonomian kita” ujar Sofyan Edi.

Para pelaku bisnis, lanjut Sofyan Edi, juga harus mampu menyesuaikan diri dengan era revolusi industri 4.0. Hal ini ditandai dengan semakin  berkembangnya kreativitas dan inovasi dengan pemanfaatan teknologi informasi, yang mempengaruhi berbagai sendi kehidupan global, termasuk persaingan dalam sebuah bisnis.

“Kota Malang sangat berpotensi untuk mengembangkan UMKM melalui industri kreatifnya, terlebih sudah banyak sekali pernyataan dari masyarakat yang menyatakan bahwa Malang adalah Kota Murah; hal tersebut dibuktikan dengan tingginya peminat  yaitu mahasiswa untuk study di Kota Malang karena biaya hidup disini juga murah” tambah Sofyan Edi.

Melalui kegiatan ini diharapkan mampu menjadi  sebuah media interaksi dan sharing di antara para pelaku usaha untuk membagi pengalamannya serta mencoba memecahkan masalah yang ada, demi peningkatan  dan pengembangan bisnis, ke arah yang lebih baik dan maju yang berujung pada peningkatan kesejahteraan para pelaku bisnis. (lil)