Gubernur Khofifah Tinjau Kampung Tangguh dari Wabah Covid-19 di Kota Batu

27 May 2020 - 18:47 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat meninjau Kampung Tangguh di Desa Pendem, Kota Batu

BATU (SurabayaPost.id) – Gubernur Jawa Timur Dra, Hj Khofifah Indar Parawansa MSi meninjau kampung tangguh dari wabah Covid-19 di Kota Batu, Rabu (27/5/2020). Gubernur perempuan pertama di Jatim itu didampingi Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Muhammad Fadil Imran.

Selain itu didampingi Wali Kota Batu Hj Dewanti Rumpoko.serta Wawali Batu, Kejari, dan Kepala OPD Pemkot Batu. Lalu Komandan Korem (Danrem) 083/, Bdj Kol Inf Zainuddin bersama Dandim 0818 Kabupaten – Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad.

Mereka meninjau Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Sebab, desa tersebut ditetapkan sebagai Kampung Tangguh dari wabah Covid-19.

Menurut Gubernur Jatim yang sapaan akrabnya Khofifah, Pangdam dan Kapolda ingin kembali memastikan keberadaan kampung tangguh di Malang Raya. Termasuk di Kota Batu.

Itu karena mereka sebelumnya sudah sempat melihat yang ada di Kota Malang dan Kabupaten Malang. “Hari ini kami ingin memastikan format kampung tangguh yang ada di Kota Batu. Jadi seluruh proses yang terkait dengan penghentian penyebaran Covid – 19 sesuai harapan,” kata Khofifah.

Makanya, kata dia, seluruh hal yang terkait dengan upaya menghentikan penyebaran Covid- 19 haris benar-benar sesuai SOP. Itu mengingat, menurutnya semuanya akan sangat banyak tergantung kepada partisipasi aktif masyarakat.

“Saya melihat dari pelaksanaan PSBB di Malang Raya, yang dalam pelaksanaan PSBB ini cukup melandai.Tentu kami berharap bahwa dengan partisipasi masyarakat yang kuat seperti yang di kampung Pendem kali ini, dimana kita berada ini akan menjadi bagian dari kekuatan sosial capital yang dimiliki oleh masyarakat Kota Batu,” ungkapnya.

Untuk itu, ia berharap kebersamaan dan solidaritas dari seluruh masyarakat yang berbasis RT dan RW seperti ini. Dia meyakini akan efektif dalam mencegah penularan atau penyebaran Covid -19.

“Saya menyampaikan terima kasih pada gugus tugas Covid – 19 yang di kampung Pendem.Terutama adalah warga masyarakat yang luar biasa mengawal seluruh warganya supaya semua terlindungi dan tidak ada yang kemudian tertular karena masing masing saling menjaga,” paparnya.

Apalagi, format administratif siapa yang keluar kampung, dan siapa yang masuk kampung, menurutnya tercatat secara rapi. Hal itu kata dia ternyata sudah dimulai dari bulan Maret 2020 lalu.

“Kita melihat ada makanan atau sayur siapa boleh menaruh seikhlasnya dan siapa boleh mengambil seperlunya. Selain itu ada lumbung pangan di sana. Artinya ada tempat dimana mungkin akan jadi transit sementara bagi mereka yang kemungkinan terkonversi dari Rapid Test dan semua disiapkan,” tandasnya.

Makanya dia, kembali menyampaikan terima kasihnya. Sebab, lanjut dia, role model yang diterapkan bisa direplikasi dimana saja.

“Bahwa solidaritas sosial, atau social capital akan menjadi kekuatan yang besar bagi kita untuk bersama – sama membangun komitmen menghentikan penyebaran Covid – 19 di Batu atau Malang Raya, Jawa Timur di Indonesia,” ujarnya.

Dengan begitu, mantan Menteri Sosial (Mensos) ini berjanji akan segera melakukan musyawarah. Khususnya bersama dengan Wali Kota Batu, Wali Kota Malang dan Bupati Malang.

“Ada kurva epidemiologi yang sebetulnya Malang Raya ini, setelah PSBB I bisa melakukan persiapan transisi new normal life. Itu bisa melakukan persiapan terhadap transisi tata kehidupan baru. Kira-kira begitu,” timpalnya (Gus/ADV)