Kades Minta Warga Kompak, GNPK RI Ingatkan Dewan Soal Bangunan Kali Watu Milik Dino Park

16 November 2018 - 05:34 WIB
Kades Andi Faisal Hasan
Kades Andi Faisal Hasan

BATU (SurabayaPost.id) – Pembangunan di atas Kali Watu yang dilakukan manajemen Dino Park 3 masih dipersoalkan warga Junrejo, Kota Batu, Jatim. Mereka masih belum puas meski kalangan DPRD Kota Batu sudah melakukan Sidak ke lokasi yang dipersoalkan warga.

Makanya, Kades Junrejo, Andi Faisal Hasan, minta agar warganya tetap kompak. “Terutama Tim Kali Watu yang dibentuk warga,” kata dia, Selasa (13/11/2018).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Junrejo mempersoalkan bangunan di atas Kali Watu. Sebab, warga merasa terancam kesulitan air bila kali tersebut dibendung.

Untuk itu, warga mengadu ke DPRD Kota Batu. Sehingga Komisi A, B dan C melakukan Sidak bersama warga ke lokasi pembangunan di atas Kali Watu milik Dino Park 3 itu.

Hanya saja, hasil Sidak itu tak memuaskan warga. Itu karena kalangan Dewan bersama pejabat Pemkot Batu dinilai tak jelas tentang penanganan selanjutnya, meski bangujan tersebut ditengarai tak punya IMB.

Itu mengingat, Kades Andi Faisal Hasan merasa tak pernah memberikan rekomendasi terkait IMB bangunan itu. Makanya, Kades yang akrab disapa Faisal ini terkesan frustasi.

Dia menyerukan agar warganya bersandar pada Allah SWT. Menurutnya perjuangan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, memang tidak semudah membalikkan telapak tangan.

“Kami bersama warga yang membentuk Tim Kali Watu hanya ingin bersandar kepada sang pencipta, Allah SWT. Sebab Allah tidak akan keberatan dan tak akan pamrih,” jelasnya.

Untuk itu, Faisal hanya bisa berharap kepada tim Kali Watu untuk tetap solid dan transparan. Sehingga tidak ada dusta yang bisa mencederai warga.

Sementara Sekretaris Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Jatim, Apik Dwi Nugroho SH mengingatkan kalangan DPRD Kota Batu terkait kasus tersebut.

Menurutnya kasus itu merupakan tantangan besar yang harus dihadapi dan diselesakan oleh kalangan Dewan. Itu karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Ini tahun politik. Kalangan dewan tentu harus hati-hati menyikapi kasus warga Junrejo dengan manajemen Jatim Park 3 itu. Jika tidak, bisa makan buah simalakama,” kata dia.

Menurut dia, kalangan dewan harus bisa memberikan jalan keluar terkait persoalan itu. Sehingga, dua pihak yang bersengketa merasa ada win win solution.

Karena itu, Apik menyarankan agar warga tetap kompak dan solid. Sehingga tujuan perjuangannya demi kepentingan orang banyak bisa terwujud. (gus/ah)