Kampung Budaya Polowijen Jadi Objek Kajian Multidisipliner Pusat Studi Kebudayaan UMM

Kampung Budaya Polowijen Jadi Objek Kajian Multidisipliner Pusat Studi Kebudayaan UMM. (istimewa).
Kampung Budaya Polowijen Jadi Objek Kajian Multidisipliner Pusat Studi Kebudayaan UMM. (istimewa).

MALANG (SurabayaPost.id) – Kampung Budaya Polowijen (KBP) kembali menjadi ruang belajar sekaligus laboratorium kebudayaan bagi kalangan akademisi. Melalui seri webinar Ramadhan 1447 H, Pusat Studi Kebudayaan (PSK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengangkat Kampung Budaya Polowijen sebagai objek kajian multidisipliner yang melibatkan berbagai bidang ilmu.

Kegiatan ini diselenggarakan selama empat hari, Selasa hingga Jumat (3–6/3/2026), dengan menghadirkan 12 pembicara dari berbagai disiplin keilmuan. Selama empat hari pelaksanaan, webinar ini diikuti sekitar 320 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, guru, hingga masyarakat umum dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kampung Budaya Polowijen telah menunjukkan bagaimana budaya dapat menjadi kekuatan dalam membangun identitas dan pemberdayaan masyarakat,” kata Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si, Kepala PSK UMM.

Kajian yang dilakukan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga berbasis pada pengalaman lapangan. Para pembicara melakukan observasi langsung ke Kampung Budaya Polowijen dan berdialog dengan pengelola kampung budaya.

Hasil kajian akan diterbitkan sebagai artikel ilmiah dan dihimpun menjadi buku yang akan diserahkan kepada pengelola Kampung Budaya Polowijen. (lil).

Baca Juga:

  • Pameran Dan Bazar UMKM Di Polowijen, Mendapat Pujian Wawali Kota Malang