GRESIK (SurabayaPost.id) – Keluarga Besar Ahli Waris dan Juru Kunci Makam Sunan Giri (Kaum Giri) kembali menyalurkan santunan kepada 150 anak yatim dan 285 kaum duafa dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, di area makam Sunan Giei pada Selasa (21/7/26). Kegiatan yang telah menjadi tradisi selama empat tahun terakhir itu digelar di kompleks Makam Sunan Giri, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Sebanyak 150 anak yatim menerima santunan masing-masing sebesar Rp500 ribu, sedangkan 285 kaum duafa memperoleh Rp200 ribu per orang. Ratusan penerima tampak memenuhi lokasi kegiatan yang berlangsung dengan khidmat.
Ketua Umum Kaum Giri, H. Ainul Ghoerry, mengatakan seluruh dana santunan berasal dari infaq para peziarah yang dikelola Kaum Giri secara transparan dan amanah.
“Seluruh dana santunan ini berasal dari sedekah para peziarah. Amanah tersebut kami kelola untuk membantu anak yatim, kaum duafa, serta berbagai kegiatan sosial lainnya,” ujarnya.
Menurut Ainul Ghoerry, santunan tersebut bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi juga menjadi wujud rasa syukur sekaligus upaya menjaga nilai-nilai kepedulian sosial yang diwariskan Sunan Giri.
“Kami berharap keberkahan tidak hanya dirasakan para penerima santunan, tetapi juga para peziarah, ahli waris, juru kunci, dan seluruh masyarakat,” katanya.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Camat Kebomas Yunanto, Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur Kartono, serta perwakilan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gresik.
Dalam sambutannya, Yunanto mengapresiasi konsistensi Kaum Giri yang setiap tahun menyisihkan dana infaq peziarah untuk kegiatan sosial.
“Semoga kegiatan ini menjadi amal ibadah, membawa keberkahan bagi semua pihak, serta memperkuat kepedulian terhadap anak yatim dan kaum duafa,” ujarnya.
Tradisi santunan yang rutin dilaksanakan setiap datangnya bulan Muharam tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial Kaum Giri. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong dan berbagi, sejalan dengan nilai-nilai dakwah yang diwariskan Sunan Giri kepada masyarakat hingga kini.
