DPRD Gresik Dukung Pengembangan IKM Logam, Sentra Rp9 Miliar Jadi Penggerak Ekonomi

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85?

GRESIK (SurabayaPost.id)– DPRD Gresik menaruh harapan besar terhadap keberadaan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Logam di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti. Fasilitas yang dibangun dengan anggaran APBD 2025 sebesar Rp9,067 miliar itu diharapkan menjadi pusat promosi, pelatihan, sekaligus pengembangan industri logam yang selama ini tumbuh di kawasan Gresik Selatan.

Peresmian sentra IKM dilakukan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Selasa (21/7), didampingi Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan, Ketua Komisi II DPRD Gresik Wongso Negoro, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Gresik, UPT Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur, kepala desa, serta para pelaku usaha IKM logam.

Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan mengatakan, kawasan Menganti selama ini dikenal sebagai salah satu sentra industri logam rumahan yang mampu menghasilkan berbagai produk berkualitas dan telah dipasarkan hingga luar Jawa.

“Di Kecamatan Menganti terdapat banyak IKM logam, terutama di Desa Pelemwatu dan Laban. Produknya tidak kalah dengan hasil pabrikan dan sudah memiliki pasar yang luas,” ujar Mujid.

Berbagai produk yang dihasilkan antara lain alat pertanian, pagar besi, mesin pencacah pakan ternak, molen pengaduk semen, hingga berbagai peralatan konstruksi dan kebutuhan industri lainnya.

Menurut Mujid, keberadaan sentra IKM bukan sebagai lokasi produksi, melainkan pusat promosi, pemasaran, pelatihan, serta tempat peningkatan keterampilan bagi masyarakat maupun pelajar SMK yang ingin mendalami bidang manufaktur logam.

“Di dalamnya juga tersedia berbagai mesin bantuan pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang didatangkan dari luar negeri untuk mendukung peningkatan kualitas produksi para pelaku IKM,” katanya.

Ia berharap fasilitas tersebut mampu melahirkan lebih banyak produk unggulan lokal, mulai mesin parut, penggiling bumbu, molen, hingga berbagai peralatan berbasis logam lainnya.

“Dengan adanya sentra ini, pemerintah telah menyediakan wadah bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan produknya. Tinggal bagaimana para pelaku IKM terus meningkatkan kualitas dan daya saing produknya,” tambah politisi PDI Perjuangan asal Desa Domas itu.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Gresik Wongso Negoro mengapresiasi berdirinya sentra IKM logam yang dinilai akan memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan industri.

Menurutnya, kualitas produk IKM logam Gresik selama ini sudah terbukti mampu bersaing dengan produk pabrikan.

“Produk-produk dari Desa Pelemwatu seperti cangkul, arit, maupun peralatan pertanian lainnya kualitasnya sangat baik. Begitu pula baut, per, dan komponen logam dari Desa Laban yang sudah banyak diminati pasar,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu menegaskan, seluruh proses produksi tetap dilakukan di masing-masing home industry. Sentra IKM hanya berfungsi sebagai pusat promosi, pemasaran, pameran, dan pelatihan.

Karena itu, ia berharap pemerintah juga memberikan dukungan permodalan agar kapasitas produksi pelaku usaha semakin meningkat.

“Harapan kami, sentra IKM ini mampu mempercepat pertumbuhan usaha kecil, membuka lapangan pekerjaan baru, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gresik,” pungkas Wongso.

Baca Juga:

  • Kenali Asal Dana DBHCHT, Masyarakat Diajak Perangi Rokok Ilegal
  • Kaum Giri Santuni 150 Anak Yatim dan 285 Duafa Sambut Tahun Baru Islam 1447 H
  • PetroNite Fest Jadi Berkah UMKM, Omzet Pedagang Melonjak hingga Tujuh Kali Lipat
  • Musrifin, Perancang RAB dan LPj Pembangunan Asrama Santri Fiktif Hanya Jadi Saksi