Fatkhur Rohman Kepala Desa Sukorejo Kecamatan Kebomas Gresik menerima cinderamata dari Kepala Departemen Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Dr. Shafira Kurnia Supandi, drg., Sp.Perio (K)
Gresik (SurabayaPost.id)– Departemen Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Fakultas Kedokteran Gigi Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sukorejo, Kabupaten Gresik, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan ini melibatkan 32 dokter gigi residen, terdiri atas 17 residen dari UiTM Malaysia dan 15 residen dari UNAIR. Selain memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, tim juga melakukan pemeriksaan kesehatan jaringan penyangga gigi (periodontal) serta pengambilan data untuk kepentingan penelitian ilmiah di bidang periodonsia.
Kepala Departemen Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Dr. Shafira Kurnia Supandi, drg., Sp.Perio (K) Safira, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen perguruan tinggi dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, para residen tidak hanya belajar mengasah keterampilan klinis, tetapi juga memahami pentingnya pendekatan promotif dan preventif kepada masyarakat. Kami juga melakukan pengambilan data untuk mendukung penelitian di bidang periodonsia yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan gigi di masa mendatang,” ujarnya.
Menurut Safira, kolaborasi antara FKG Universitas Airlangga dan UiTM Malaysia juga menjadi sarana pertukaran pengalaman akademik dan praktik klinis bagi kedua institusi. Ia berharap kerja sama internasional tersebut terus diperkuat sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong perkembangan ilmu periodonsia.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman bahwa kesehatan gigi dan mulut tidak boleh dianggap sepele karena memiliki keterkaitan erat dengan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Gangguan pada gigi dan jaringan penyangga gigi dapat memengaruhi kondisi kesehatan umum apabila tidak ditangani dengan baik.
Kepala Desa Sukorejo, Farkhur Rohman, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Sukorejo sebagai lokasi pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi warga karena tidak hanya menghadirkan pemeriksaan kesehatan gigi, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga dan UiTM Malaysia yang telah memilih Desa Sukorejo sebagai lokasi kegiatan. Edukasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kami berharap kerja sama antara Desa Sukorejo, Universitas Airlangga, dan UiTM Malaysia dapat terus berlanjut melalui berbagai program pengabdian masyarakat maupun penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi warga,” kata Farkhur Rohman.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, mitra internasional, dan pemerintah desa mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut warga, kolaborasi tersebut juga memperkuat pengembangan pendidikan dan penelitian di bidang periodonsia melalui keterlibatan aktif para dokter gigi residen dari Indonesia dan Malaysia.
