Kendalikan Inflasi,  Wapres: Seperti Jaga Tensi Darah

26 July 2019 - 08:56 WIB
Wapres JK membuka Rakornas TPID di Jakarta

JAKARTA (SurabayaPost.id) –  Wakil Presiden  (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengingatkan bahwa inflasi harus dikendalikan dengan baik. Mengendalikan inflasi itu menurut dia seperti menjaga tensi darah.  

“Tensi darah terlalu rendah tidak baik.  Begitu juga kalau terlalu tinggi juga tidak baik,” kata JK saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) X Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) 2019 yang mengusung tema Sinergi dan Inovasi Pengendalian Inflasi untuk Penguatan Ekonomi yang Inklusif, di Grand Hall Room Sahid Hotel, Jakarta (25/7/2019).

Menurut JK, tingkat inflasi yang terjaga, pendapatan negara, dan pertumbuhan ekonomi (Produk Domestik Bruto/PDB) menjadi indikator dari kemajuan suatu bangsa. Inflasi juga akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Ditegaskan Wapres JK,  kata kunci dari pengendalian (inflasi) adalah stabilitas.

Wali Kota Sutiaji bersama Sekda Wasto dan Kepala BI Perwakilan Malang Azka Subhan Aminurridho

“Untuk Indonesia,  inflasi pada kisaran 3 itu bagus.  Itu inflasi ringan. Tentu pengendalian harga harga harus tetap disertai dengan kebijakan distribusi barang yang bagus dan sistemik. Maka saya juga ingatkan,  jangan panjang alur distribusi, karena itu penyumbang harga menjadi tinggi, “ujar JK.

Diibaratkan oleh Wapres, pengendalian inflasi itu seperti menjaga tensi darah.  “Tinggi tidak baik, rendah pun juga tidak bagus,” tutur mantan Ketum Golkar ini. 

Sementara itu,  Sutiaji Walikota Malang yang hadir pada acara Rakornas TPID bersama Sekkota Wasto dan Kabag Pengembangan  Perekonomian Kota Malang, Rinawati, menegaskan bahwa kota Malang sebagai kota urban, selain aspek teknis pengendalian harga,  pengaturan distribusi, hal yang krusial adalah mengubah mindset warga urban yang memiliki kecenderungan konsumtif.

“Itu (perilaku konsumtif), harus digeser menuju pola produktif.  Karenanya kita juga getol menguatkan ekonomi kreatif, “tegas Pak Aji,  demikian Walikota Malang akrab disapa.

Perry Warjiyo,  Gubernur Bank Indonesia, bertindak selaku Ketua Penyelenggara Rakornas menyatakan pentingnya mengembangksn perdagangan antar daerah. “Antar daerah harus saling melengkapi dan menguatkan.  Kerjasama antar daerah akan menjadi salah satu items sekaligus solusi mengisi keterbatasan akan ketersediaan bahan bahan (pokok), “ujar Perry.

Ditambahkan pula oleh Gubernur BI,  pengendalian inflasi harus disertai dengan pertumbuhan pembangunan.  “Bi concern atas hal ini, diantaranya melalui strategi penurunan suku bunga, agar produksi tumbuh kembang, bersamaan strategi pengendalian angka inflasi.

Selaras dengan kebijakan yang dikembangkan BI,  pemkot Malang seperti diutarakan Walikota Sutiaji sedang membangun Perumda yang diharapkan mampu mendorong sekaligus menstimulus produktifitas, melalui Perumda Tunas. (aji)